Tepis Anggapan Karhutla Riau Separah Pemberitaan, Polri: Langit Biru Nampak
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal tidak setuju terhadap anggapan kabut asap karhutla di Riau mengkhawatirkan. Ia mengatakan bahwa langit biru masih terlihat di sana.

WowKeren - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian Pulau Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan lingkungan terpapar kabut asap. Berbagai media pun memberitakan mengenai parahnya kabut asap yang terjadi terutama di Riau.

Seorang warga mengatakan kepada Tirto jika karhutla membuat masyarakat seperti dikurung dalam sebuah ruangan tertutup bersama tungku kayu bakar yang menyala. Bahkan, baru-baru ini, seorang bayi berumur tiga hari di Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau, dikabarkan meninggal akibat polusi asap.


Akan tetapi, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menepis anggapan yang menyatakan bahwa kabut asap akibat karhutla di Riau mengkhawatirkan seperti yang diberitakan di berbagai media. Ia menyatakan hal tersebut setelah berkunjung ke Riau.

"Saya kebetulan baru kemarin kembali dari Riau, mendampingi Bapak Kapolri dan saya sengaja satu hari di sana. Situasi sebenarnya di Pekanbaru dan sekitarnya, setelah pukul 11.00-12.00 WIB semua clear, langit biru nampak," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (20/9). "Artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media."

Iqbal mengatakan bahwa kegiatan warga Pekanbaru tetap normal dan banyak yang beraktivitas di luar ruangan. Akan tetapi, Iqbal mengaku bahwa dirinya belum memantau daerah selain Pekanbaru.

"Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa ya, yang sekolah, yang beribadah, berekonomi, bahkan sampai malam keluar di taman-taman banyak ramai. Jadi tidak seutuhnya benar bahwa asap itu sangat darurat di situ di Pekanbaru," ungkap Iqbal. "Saya belum mengecek di daerah lain, ya."

Iqbal kemudian menegaskan bahwa TNI dan Polri masih melakukan berbagai upaya untuk memadamkan beberapa titik api di Riau dan Kalimantan. Selain itu, Polri juga melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

"Satgas Mabes Polri dan gabungan dengan polda-polda setempat yang ada karhutla melakukan upaya-upaya penegakan hukum. Dirtipiter Bareskrim Polri sedang di lokasi untuk melakukan proses hukum beberapa lahan milik korporasi, di-police line dan dipastikan akan bertambah ya tersangka dari korporasi ini," jelas Iqbal.

Kadiv Humas Polri itu mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bukti dari upaya Polri untuk mengatasi bencana ini. Hal tersebut diharapkan menjadi efek jera bagi para oknum yang sengaja membakar hutan.

"Ini adalah upaya keras dan pembuktian secara ilmiah dari Polri, untuk melakukan upaya jangan sampai ada lagi pembakaran ini," ungkapnya yang dilansir oleh Kumparan pada Jumat (20/9). "Sehingga efek jera bagi oknum-oknum, kita sebut oknum korporasi, yang dengan motif tertentu dengan sengaja melakukan pembakaran lahan akibatnya masyarakat dirugikan."

Sebelumnya, Menpolhukam Wiranto juga sempat menyatakan hal serupa. Pada Kamis (19/9) ia mengatakan bahwa kondisi di Riau tidak separah pemberitaan media massa. Ucapan Wiranto tersebut lantas mendapatkan banyak kecaman dari masyarakat Riau.

"Bikin emosi. Beliau itu datangnya kapan? Saya merasakan kabut asap tebal itu sejak awal September," kata Laras seorang mahasiswi Riau yang dilansir oleh Tirto pada Kamis (19/9). "Tanggal 13 dan 14 itu paling parah. Langit dan udara menguning."

You can share this post!

Related Posts
Loading...