Laode Sebut Banyak Pegawai KPK Menangis Usai DPR Sahkan RUU KPK
Twitter
Nasional
Kontroversi Revisi UU KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif mengungkapkan bahwa pengesahan revisi Undang-Undang KPK oleh DPR telah membuat pegawainya berduka.

WowKeren - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengatakan jika pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah memberikan guncangan hebat pada lembaganya. Laode mengatakan jika keputusan ini telah membuat pegawai KPK menjadi berduka.

Sebelumnya, DPR dan Pemerintah Indonesia telah sepakat untuk mengesahkan revisi UU KPK menjadi Undang-Undang KPK (UU KPK) baru pada rapat paripurna yang diadakan hari Selasa (17/9). Keputusan ini sontak memicu kontroversi dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Mereka menilai kebijakan pemerintah yang tetap nekat mengesahkan RUU KPK ini adalah sebagai upaya untuk melemahkan kinerja KPK selaku lembaga independen yang bertugas untuk memberantas kasus korupsi.

Laode M. Syarif mengungkapkan jika keputusan untuk mengesahkan revisi UU KPK yang baru ini telah membuat sejumlah pegawai yang bekerja di KPK sedih dan menangis. Laode sendiri mengibaratkan jika KPK sudah menjadi "rumah" bagi para pegawainya. Oleh sebab itu, saat rumah tersebut mengalami renovasi dengan segala perubahan aturan yang direncanakan dan dibangun tanpa sedikitpun melibatkan sang pemilik rumah (KPK) maka seluruh penghuni (pegawai KPK) tentunya akan menjadi sedih.


"Tiba-tiba orang di luar (DPR dan pemerintah) itu, 'Oke ya, rumah kamu saya renovasi', terus kita tanya, 'Nanti renovasinya seperti apa?'," tutur Laode saat mengibaratkan kekacauan yang sedang menerpa KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Kamis (19/9). "Mereka lalu bilang, 'Enggak ada masalah, nanti kita bikin renovasi, nanti tinggal di tempat yang baru'."

Laode pun mengatakan jika dirinya dan seluruh pegawai KPK telah memandang pembahasan hingga keputusan terkait revisi UU KPK dilakukan sangat tergesa-gesa dan tidak transparan. Walau begitu kini pihaknya tetap berusaha bangkit dan telah kompak untuk terus menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi. Laode juga berharap agar seluruh serangan yang datang secara bertubi-tubi menerpa KPK tidak akan mengganggu proses kerja lembaga independen ini.

"Pada saat yang sama, karyawan KPK agak gloomy dan terus terang banyak yang menangis karena tiba-tiba rumahnya berubah secara fundamental tanpa menanyakan kepada kami yang di sini," jelas Laode M. Syarif. "Kami ingin menjelaskan bahwa sampai hari ini kami tetap bekerja seperti biasa. Proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan tetap berjalan. Mudah-mudahan tidak ada kendala yang banyak."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts