Komisioner Tinggi HAM Sebut Kabut Asap Berpotensi Tewaskan Anak, Ini Jawaban Istana
Nasional

Komisioner Tinggi HAM sempat menyoroti terkait bencana kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya melalui Twitter. Menanggapi cuitan tersebut, pihak Istana Kepresidenan pun memberi jawaban sebagai berikut.

WowKeren - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia masih menjadi masalah yang belum teratasi hingga kini. Bahkan langit di wilayah Jambi pun berubah menjadi merah akibat dari kabut asap tersebut.

Terkait bencana tersebut, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet menyoroti polusi udara akibat Karhutla. Menurutnya polusi udara yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia tersebut dapat membahayakan nyawa anak-anak.

Menanggapi Komisioner Tinggi HAM tersebut, pihak Istana kepresidenan menegaskan kabut asap tidak boleh dibiarkan dan meminta pemerintah daerah untuk bersama-sama pemerintah pusat mengambil langkah cepat.

"Dia mau mengancam atau tidak mengancam kewajiban kita sebagai pemerintah, kewajiban kita sebagai pemangku kuasa kepentingan di provinsi, di daerah, di pusat itu penting," ujar Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat dikonfirmasi, Minggu (22/9). "Itu harus segera mengantisipasi dan segera mengambil langkah-langkah cepat."


Ngabalin mengungkap jika Presiden Joko Widodo telah mengambil langkah cepat untuk menangani kabut asap yang disebabkan oleh karhutla tersebut. "Bukti nyata yang dilakukan oleh Bapak Presiden, menginap, bermalam dan kemudian mengkoordinasikan itu, itu adalah bukti nyata apa dan bagaimana untuk harus segera ditindaklanjuti," katanya.

Oleh karena itu, Ngabalin mengingatkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) yang wilayahnya terdampak kabut asap untuk segera mengambil langkah strategis. "Yang paling terpenting itu adalah memang diharapkan agar kepedulian pemerintah provisni, pemerintah daerah itu harus bisa lebih cekatan, lebih serius," tuturnya.

Untuk kondisi kabut asap, menurut Ngabalin hingga saat masih tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, kabut asap dapat mengancam nyawa siapa saja khususnya anak-anak. "Mengancam kehidupan masyarakat, mengancam kehidupan kehidupan manusia di sana," paparnya.

Sebelumnya, diketahui jika Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Michelle Bachelet, menyoroti dampak buruknya terhadap anak-anak. Hal tersebut disampaikannya melalui akun Twitter pribadinya @mbachelet, Minggu (22/9).

Di Indonesia, asap kebakaran hutan dan lahan masih menjadi masalah, utamanya di bagian Pulau Sumatera dan Kalimantan. Asap mengganggu penerbangan, sejumlah kabupaten meliburkan sekolahnya. Bahkan asap juga sampai mengganggu negara tetangga.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait