Kala mendaftarkan diri di kantor DPC PDIP, Gibran Rakabuming menyebut dirinya berharap bisa diusung oleh PDIP menjadi peserta Pemilihan Wali Kota Solo 2020.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 24 September 2019 - 11:06 WIB
WowKeren - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, telah resmi mendaftarkan diri sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kala mendaftarkan diri di kantor DPC PDIP, Gibran pun menyebut dirinya berharap bisa diusung oleh PDIP menjadi peserta Pemilihan Wali Kota Solo 2020.
"Hari ini, saya akan mengajukan KTA (kartu tanda anggota)," tutur Gibran pada Senin (23/9). "Sekaligus kalau diberi kesempatan, mengisi formulir pencalonan Wali Kota."
Gibran sendiri diterima sebagai kader PDIP dan mendapat KTA bernomor 33720510110110870001. Namun, Gibran belum mendapat kepastian terkait pencalonan Wali Kota Solo.
Kala itu, Ketua PAC PDIP Banjarsari, Joko Santoso, tak bisa memberi kepastian terkait keinginan Gibran mengisi formulir pendaftaran calon Wali Kota dan memintanya menghubungi Ketua Tim Penjaringan, Putut Gunawan. Gibran sendiri tak banyak bicara menanggapi hal tersebut.
Ayah Jan Ethes tersebut hanya mengaku akan mengikuti arahan partainya. "Saya yang jelas mengikuti arahan dan tegak lurus kepada semua keputusan partai," ujar Gibran dilansir Antara.
Selain itu, Gibran juga angkat bicara soal sejumlah spanduk politik dirinya di beberapa titik Kota Solo. Ia menegaskan bahwa spanduk tersebut tidak dipasang atas inisiasi dirinya.
"Spanduk itu, bukan dari saya. Jika dilihat gambar spanduk itu, diambil dari Google Image," tegas Gibran. "Saya baru saja datang dari Jakarta, dan sudah mendapat laporan soal spanduk itu."
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah mencopot belasan spanduk bergambar Gibran. Pasalnya, saat ini belum memasuki masa kampanye Pilkada 2020.
Diketahui, spanduk bergambar Gibran terlihat di sejumlah titik di 5 kecamatan. Di antaranya adalah Jalan Juanda, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Imam Bonjol dan perlintasan KA Joglo, Banjarsari.
Menurut Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surakarta, Agus Siswuryanto, spanduk tersebut dipasang secara sembunyi-sembunyi. "Biasanya seperti itu memang memasangnya sembunyi-sembunyi dari petugas. Kalau ketahuan pasti langsung saya interogasi. Saya panggil," tutur Agus dilansir detikcom, Minggu (22/9).
(wk/Bert)