Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jayapura, Papua Senin (23/9) membuat polisi menyebutkan nama Benny Wenda. Pasalnya, Benny sendiri sempat disebut sebagai dalam kerusuhan Papua dan Papua Barat pada bulan Agustus lalu.
- Wahyu
- Selasa, 24 September 2019 - 11:29 WIB
WowKeren - Sempat mereda, bumi Cendrawasih kembali memanas usai sekelompok mahasiswa menggelar demo di Wamena, Papua. Demo tersebut berujung rusuh dengan massa yang melakukan aksi pembakaran Kantor Bupati dan perusakan sejumlah fasilitas umum.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Kepolisian RI menduga jika kerusuhan yang terjadi di di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (23/9) kemarin tak lepas dari peran Benny Wenda. Nama Benny Wenda sendiri sempat disebutkan sebagai dalang dari kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu. Hal ini disebabkan status Benny yang kini tinggal di Inggris adalah pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
"Dari awal Bapak Kapolri sudah menyampaikan bahwa desain seperti ini tidak luput dari peran BW, ULMWP, yang ada di luar negeri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan. Menurutnya, peristiwa tersebut juga tak lepas dari organisasi lain yang terkait ULMWP yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Hingga saat ini, sejumlah petinggi kedua organisasi yang mendukung referendum Papua tersebut sedang dalam proses hukum terkait kerusuhan di bumi Cendrawasih itu. Para petinggi tersebut di antaranya Ketua KNPB Agus Kossay, Ketua KNPB Wilayah Mimika Steven Itlay, dan Wakil Ketua II ULMWP Buchtar Tabuni.
Dedi juga menjelaskan jika KNPB menggerakkan pelaku di lapangan yaitu Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Karena itu, aparat kepolisian menduga jika AMP diperintahkan untuk memprovokasi masyarakat di lapangan.
"KNPB itu langsung memiliki pemain lapangan di bawahnya, namanya AMP," jelasnya. "Nah AMP inilah yang digunakan oleh mereka untuk memprovokasi masyakarat maupun mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) yang ada di Jayapura."
Sebelumnya diberitakan jika terjadi kerusuhan di Wamena yang menyebabkan sejumlah bandara berhenti beroperasional demi keselamatan penumpang dan masyarakat. Tak hanya itu, pihak polisi juga telah melaporkan sejumlah korban yang berjatuhan akibat kerusuhan tersebut.
Dilansir dari Kompas, Komandan Kodim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Diyanto mengatakan terdapat 16 orang warga sipil yang tewas dan 65 orang lainnya menderita luka-luka dalam kerusuhan tersebut. "Untuk korban, 65 orang luka, 16 meninggal, itu sipil semua. Aparat sementara tidak ada korban," ujar Candra Diyanto yang masih belum bisa menjelaskan secara rinci penyebab korban tewas.
(wk/wahy)