KNKT Minta Tunggu Hasil Akhir Terkait Penyebab Lion Air JT610 Jatuh
Nasional

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta pihak yang ingin mengetahui tentang penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT610 untuk menunggu hasil akhir laporan.

WowKeren - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menanggapi tentang penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT610 Boeing 737 Max 8 di Laut Jawa pada Oktober 2018 lalu. Tanggapan ini sebagai jawaban setelah media asal New York, Amerika Serikat yaitu The Wall Street Journal (WSJ) merilis informasi tentang penyebab jatuhnya Lion Air JT610.

Sebelumnya media Wall Street telah merilis sejumlah informasi tentang penyebabnya kecelakaan pesawat yang menewaskan 189 orang ini. Informasi ini didapatkan oleh Wall Street berdasarkan laporan dari penyidik Indonesia yang telah mendaftarkan sekitar 100 faktor penyebab kecelakaan.

Diketahui berdasarkan laporan Indonesia, kecelakaan terjadi karena kesalahan desain pesawat. Pengawasan pesawat dan kesalahan pilot hingga masalah pemeliharaan juga disebutkan turut berkontribusi menyebabkan kecelakaan.

Sementara itu Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengaku jika sebelumnya dirinya telah dihubungi oleh Wall Street yang ingin meminta keterangan lebih lanjut. Namun Soerjanto memilih untuk tidak memberikan komentar apapun dan menyuruh Wall Street untuk menunggu keputusan akhir laporan.


"Saya juga enggak tahu dari mana, dia (Wall Street) hubungi saya, apa pernyataan ini benar," kata Soerjanto saat dihubungi. "Saya bilang tunggu saja final report-nya, saya tidak tahu."

Soerjanto menjelaskan jika saat ini proses penyelidikan terkait jatuhnya Lion Air JT610 sudah memasuki tahap akhir. KNKT sendiri disebutkannya telah menyerahkan draf final hasil penyelidikan kepada para pihak-pihak terkait. Selanjutnya pihak KNKT berjanji akan membahas komentar-komentar yang diberikan oleh berbagai pihak terkait.

"Draf final kan sudah kita bagikan kepada para stakeholder," jelas Soerjanto. "Ada sebagian stakeholder sudah berikan komentarnya ke kami, kami bahas komentarnya itu apakah kita terima atau tidak, sekarang lagi bahas itu."

Laporan hasil penyelidikan ini telah diserahkan ke badan penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), namun tim penyelidik Indonesia masih dapat mengubah hasil temuan itu. Soerjanto mengungkapkan jika pengumuman soal hasil laporan akan dilakukan antara akhir Oktober atau awal November.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait