Bandara Wamena, Papua sempat berhenti beroperasi karena situasi keamanan yang tidak kondusif pasca kerusuhan pecah di wilayah tersebut. Diketahui massa sampai nekat membakar sejumlah fasilitas publik.
- Elvariza Opita
- Selasa, 24 September 2019 - 14:02 WIB
WowKeren - Kerusuhan sempat pecah di Wamena, Papua pada Senin (23/9). Massa pun sempat merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk membakar kantor Bupati Jayawijaya dan ruko-ruko di sekitarnya.
Situasi keamanan yang tidak kondusif menyebabkan otoritas setempat menghentikan sejenak operasional di Bandara Wamena. Dilansir dari Antara, Bandara Wamena telah berhenti beroperasi sejak Senin (23/9) pukul 10.30 WIB.
Namun mulai hari ini, penerbangan dari Sentani menuju Bandara Wamena dan sebaliknya sudah dibuka kembali. Maskapai Trigana Air dan Wings Air dilaporkan sudah kembali aktif menerbangkan penumpang seperti hari-hari sebelumnya. Trigana Air pun menjanjikan penerbangan pengganti untuk penumpang yang batal terbang Senin kemarin.
"Trigana Air untuk hari ini ada empat penerbangan, baik dari Sentani menuju Wamena maupun sebaliknya," ujar Asisten Area Manager Trigana Air Papua, Ahmad Irawan Rochendi, Selasa (24/9). "Jadi sudah normal kembali."
"Bagi penumpang yang batal terbang Senin kemarin, kami siap terbangkan lagi," paparnya, seperti dilansir dari Tribunnews. "Tapi kalau mau dibatalkan, kami akan kembalikan uangnya tanpa dikenai biaya apapun. Karena situasi dan kondisi yang tak terduga."
Irawan pun mengungkapkan insiden kerusuhan berimbas pada menurunnya jumlah penumpang dari Sentani ke Wamena. Namun sebaliknya, lonjakan jumlah penumpang justru terjadi untuk penerbangan dari Wamena menuju Sentani.
Hal senada juga diungkap oleh Area Manager Lion Group Jayapura, Suprihatin. Menurutnya, maskapai Wings Air rute Sentani-Wamena sudah beroperasi kembali seperti biasa.
"Untuk hari ini kami ada dua penerbangan dari Sentani-Wamena maupun sebaliknya," kata Suprihatin. "Penumpang yang kemarin batal terbang akan diberangkatkan hari ini. Tapi kalau mau batal, uang akan dikembalikan sepenuhnya."
Diketahui aksi massa berujung kericuhan sempat terjadi di Wamena, Papua pada Senin (23/9). Situasi ini sempat membuat aktivitas warga lumpuh.
Selain itu, korban jiwa yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut mencapai 22 orang. Polisi menyebut beberapa di antaranya meninggal terpanggang hidup-hidup lantaran terjebak di dalam bangunan yang dibakar massa.
(wk/elva)