Soal Demo Rusuh Jayapura, Polisi Sebut Penyebab Kematian 3 Mahasiswa Karena Peluru Karet
Nasional

Tiga mahasiswa tewas akibat kerusuhan di Wamena, Jayapura, Papua, Senin (23/9). Polisi pun menduga faktor yang menyebabkan kematian ketiga mahasiswa tersebut dikarenakan peluru karet. Lebih lanjut polisi akan melakukan otopsi untuk lebih jelasnya

WowKeren - Wamena dan Jayapura kembali memanas pada Senin (23/9). Hal ini disebabkan demo mahasiswa dan masyarakat yang berakhir ricuh dengan pembakaran dan perusakan sejumlah fasilitas umum.

Tak hanya merusak fasilitas umum, banyak korban pun berjatuhan akibat demo yang berakhir ricuh tersebut. Salah satu dari korban tersebut adalah 3 mahasiswa Papua.

Untuk penyebab kematian ketiga mahasiswa tersebut, hingga kini Polri menduga karena terkena senjata peluru karet. "Jadi dugaan karena peluru karet,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Selasa (24/9).

Demi memastikan kebenarannya, Polri akan melakukan autopsi terhadap jenazah mahasiswa tersebut. “Tim DVI harus mengecek identitasnya, pembanding antemortem dan postmortem, didalami DVI RS Bhayangkara Jayapura," katanya.

Lebih lanjut, Dedi pun menceritakan kronologi kejadian yang terjadi saat itu. Semua berawal ketika ratusan mahasiswa eksodus menduduki Universitas Cendarawasih untuk membuat posko penampungan.


Posko tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Papua yang kembali ke Papua. Polisi mengklaim hal itu ditolak rektorat dan mahasiswa Universitas Cendrawasih. Sebab, dinilai mengganggu proses belajar mengajar.

Pihak rektorat pun memanggil personel kepolisian untuk membubarkan kerumunan mahasiswa eksodus. "Rektorat langsung hubungi Kapolda Papua, Kapolda Papua langsung kirim pasukan untuk negosiasi," ujar Dedi.

Setelah bernegosiasi, para mahasiswa Papua eksodus sepakat meninggalkan kampus dan kembali ke Taman Budaya Ekspo Waena, Jayapura. Mereka kembali menumpang kendaraan TNI-Polri.

Selama di perjalanan situasi berlangsung cukup kondusif. Sayangnya, begitu sampai di Taman Budaya Ekspo Waena, para mahasiswa itu secara tiba-tiba menyerang aparat TNI-Polri yang mengantar mereka.

Penyerangan dadakan itulah yang membuat seorang anggota TNI tewas akibat luka bacok di bagian kepalanya. Melihat situasi ricuh, petugas langsung mengeluarkan tembakan.

"Aparat mengambil tindakan sesuai dengan Perkap 1 tahun 2009 dan Perkap 7 tahun 2009 melakukan tindakan untuk melumpuhkan para mahasiswa yang sangat anarkis," kata Dedi. Tiga mahasiswa Papua eksodus meninggal dunia, sedangkan 20 orang luka-luka.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait