Aksi demo mahasiswa yang menolak pengesahan revisi UU KPK didukung oleh masyarakat dengan menyumbang dana di sebuah situs online. Sumbangan tersebut mencapai ratusan juta.
- Wahyu
- Selasa, 24 September 2019 - 14:02 WIB
WowKeren - Sejak revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disahkan pada Selasa (17/9), gelombang penolakan masyarakat berupa aksi demonstrasi terjadi di mana-mana. Bukan hanya pegawai KPK, mahasiswa pun turut angkat suara menolak pengesahan revisi UU KPK yang isinya justru melemahkan posisi lembaga antirasuah itu.
Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa di Gedung Parlemen pada Kamis (19/9) tak digubris. Mengetahui suaranya tak didengarkan, mahasiswa pun kompak merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah untuk menolak revisi UU KPK hingga saat ini.
Mengetahui hal tersebut, mantan personel Banda Neira yakni Ananda Badudu berinisiatif untuk menggalang dana guna membantu aksi mahasiswa tersebut di situs penggalangan bersama kitabisa.com. Rencananya dana tersebut akan Ananda salurkan untuk pembelian logistik, mobil komando, transportasi, hingga alat kesehatan.
Dalam deskripsi di situs tersebut, Ananda menjelaskan bahwa donasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap demo mahasiswa yang memperjuangkan hak-hak masyarakat. Ia pun menuliskan tuntutan dari para mahasiswa yang berdemo.
Tuntutan tersebut diantaranya yaitu membatalkan UU KPK, RUU KUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan, UU Sumber Daya Air, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Minerba, UU MD3 serta sahkan RUU PKS, RUU Masyarakat Adat dan RUU Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, mahasiswa juga menuntut untuk membatalkan hasil seleksi calon pimpinan KPK dan juga menolak dwifungsi Polri.
Aksi penggalangan dana tersebut pun disambut baik oleh banyak masyarakat. Hingga Selasa (24/9) pukul 13.35, donasi yang diberikan oleh masyarakat sudah mencapai lebih dari Rp 152 juta. Nominal tersebut melebihi target penggalang dana yakni Rp 50 juta. Dari situs tersebut diketahui bahwa masyarakat yang telah memberikan sumbangan dana untuk aksi ini berjumlah 1.860.
Bantuan berupa logistik, transportasi, dan alat kesehatan dari dana tersebut didistribusikan oleh sukarelawan yang bekerja bersama Ananda. Mengetahui antusiasme masyarakat untuk membantu aksi mahasiswa ini, Ananda pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur.
"Saya enggak bekerja sendiri, ada banyak sukarelawan di belakang saya. Jadi ada sukarelawan yang bekerja di belakang layar mendistribusikan bantuan itu," ujar Ananda yang dilansir Tempo pada Selasa (24/9). "Terima kasih kepada donatur dan untuk tetap support serta ikut pantau perkembangan terakhir di DPR."
(wk/wahy)