Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan keprihatinannya terhadap demo yang berujung rusuh sehingga memakan banyak korban di sejumlah wilayah Papua.
- Wahyu
- Selasa, 24 September 2019 - 16:02 WIB
WowKeren - Kasus rasialisme terhadap warga Papua yang dipicu saat insiden di Asrama Mahasiswa Surabaya pada Agustus lalu hingga saat ini masih terus berbuntut panjang. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan keprihatinannya terhadap demo berujung rusuh hingga memakan korban yang baru saja terjadi di sejumlah wilayah Papua.
Sebelumnya aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah warga Papua di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura pada Senin (23/9) berakhir dengan ricuh. Kerusuhan ini telah menewaskan 22 warga sipil dan satu tentara.
Moeldoko pun mengungkapkan rasa prihatinnya atas kondisi yang terjadi di Papua. Moeldoko prihatin atas aksi unjuk rasa ini yang berujung dengan kerusuhan sehingga menyebabkan banyaknya nyawa yang melayang.
"Ini sungguh sangat prihatin, apakah itu masyarakatnya apakah itu aparatnya," kata Moeldoko saat bertemu pimpinan DPRD kota/kabupaten se-Papua dan Papua Barat di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (24/9). "Kita sungguh sangat prihatin."
Moeldoko juga menyebutkan jika Presiden dan Pemerintah Indonesia akan terus membuka ruang komunikasi kepada para pihak yang ingin menyampaikan segala aspirasi soal Papua. Pemerintah berharap dengan proses komunikasi dengan pihak Papua, maka insiden kerusuhan seperti ini tidak kembali terjadi.
"Karena saya mendampingi bapak presiden, kita komunikasi, saya membuka diri sepenuhnya. Pintu kami terbuka, sepenuhnya, karena semua persoalan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya," ungkap Moeldoko. "Sehingga berbagai keluhan-keluhan yang dihadapi masyarakat Papua bisa ditangani dengan baik."
Mantan Panglima TNI tersebut mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas di Papua. Stabilitas di Papua menurutnya sangat penting dalam memudahkan pembangunan di wilayah tersebut. Moeldoko juga mengatakan jika stabilitas di Papua juga akan memiliki peran yang besar dalam menjaga stabilitas yang berada di Indonesia.
"Saya ingin katakan stabilitas Papua adalah stabilitas Indonesia. Dan stabilitas Indonesia adalah stabilitas Papua," tegas Moeldoko. "Tidak ada sebuah negara manapun yang tidak stabil, bisa membangun negaranya."
(wk/wahy)