Mahasiswa tersebut rencananya akan menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Jawa Timur pada Kamis (26/9) mendatang untuk menolak revisi UU KPK, RKHUP, dan RUU Pertanahan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 24 September 2019 - 18:04 WIB
WowKeren - Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa berencana untuk menggelar aksi demo di DPRD Jatim pada Kamis (26/9) mendatang. Aksi tersebut sebagai wujud penolakan terhadap revisi UU KPK, RKHUP, RUU Pertanahan dan sejumlah RUU lainnya.
Rencana ini mendapat tanggapan dari pihak kepolisian. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan memperbolehkan jika ada mahasiswa yang ikut turun ke jalan. Namun dengan satu syarat, yakni mahasiswa tersebut tetap mematuhi tata tertib dan tidak mengganggu masyarakat.
"Silakan unjuk rasa, kami akan kawal," kata Luki di Mapolda Jatim, Selasa (24/9). "Kami akan jaga dari berangkat sampai kembali. Tapi aman dan tertib dan tidak mengganggu masyarakat."
Luki mengatakan pihaknya juga telah bertemu para perwakilan mahasiswa terkait maraknya rencana demonstrasi di berbagai wilayah. Polisi pun tidak akan melarang mereka untuk menyuarakan aspirasinya. Namun, perlu diingat bahwa dalam penyampaian aspirasi tersebut tidak boleh disertai dengan aksi penghinaan terhadap orang lain.
"Silakan sampaikan aspirasi, tidak menghujat dan menghina orang," tutur Luki. "Silakan menyampaikan aspirasi ke pemerintah."
Sementara itu, gelombang penolakan kebijakan DPR yang akan mengesahkan sejumlah RUU terus bergulir. Ribuan mahasiswa Surabaya pun dikabarkan bakal ikut menggelar aksi di Gedung DPRD Jatim. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pahlawan.
"Teman-teman yang gabung sudah ada BEM ITS, teman-teman (Universitas) Trunojoyo," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga Surabaya, Agung Tri Putra dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (24/9). "Insyaallah semua BEM nanti turun. Kita konsolidasi, dengan teman-teman BEM."
Sementara itu di Jakarta, sekelompok mahasiswa tekah menggelar aksi demo di gedung DPR. Mereka bahkan nekat menjebol kawat berduri yang sudah dipasang oleh aparat untuk bisa merangsek masuk ke gedung DPR.
Para mahasiswa tersebut meminta agar pihak kepolisian mau memanggil pimpinan DPR untuk menemui massa. Jika dalam batas waktu yang ditentukan polisi tidak memenuhi tuntutan tersebut mereka akan nekat masuk.
(wk/zodi)