Semburan Lumpur Surabaya Sebabkan Gas Belerang Yang Lampaui Batas
Nasional

Semburan lumpur yang terjadi di salah satu pekarangan rumah warga di Surabaya baru-baru ini disebut Dinas Lingkungan Hidup telah memiliki kandungan gas belerang yang lampaui batas.

WowKeren - Semburan lumpur baru-baru ini terjadi di salah satu pekarangan milik warga. Semburan lumpur yang memiliki aroma gas tersebut ditemukan di daerah bilangan Perumahan Kutisari Indah Utara III, Surabaya, Jawa Timur.

Penghuni rumah tersebut yaitu Setiawan menjelaskan kronologi jika kemunculan semburan lumpur di pekarangan rumahnya terjadi pada sekitar pukul 13.00 WIB pada hari Senin (23/9). Setiawan mengungkapkan jika dirinya sudah mencoba untuk menghentikan semburan itu, namun saat dibendung justru semburan kembali muncul di titik lainnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya pun melakukan pengecekan terkait semburan lumpur yang terjadi di rumah Setiawan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh DLH Surabaya menggunakan gas monitoring kit, ditemukan jika semburan lumpur tersebut memiliki kandungan gas belerang yang telah melampau batas.

Menurut laporan DLH, udara di sekitar lokasi telah mengalami peningkatan suhu dan berada di atas ambang batas normal. Tercatat, kadar Sulfur Dioksida (SO2) mencapai 1.396,36 mikogram per meter kubik. Padahal, batas normal SO2 sendiri adalah 900 mikrogram.


SO2 diketahui merupakan senyawa kimia yang berupa gas belerang. Senyawa SO2 ini dikenal dengan baunya yang sangat menyengat dan biasanya sering dilepaskan oleh gunung berapi dan beberapa pemrosesan industri pertambangan.

"SO2 (Sulfur Dioksida)-nya termasuk di atas rata-rata, melebihi batas baku mutu," ujar Kepala DLH Eko Agus Supiadi Sapoetro saat dikonfirmasi pada Selasa (24/9). "Hasil pengecekan sementara tadi juga mengandung belerang, di sekitar situ."

DLH juga melakukan sejumlah pengecekan lainnya dengan mengukur kadar Nitrogen Oksida (NO), ozon permukaan (O3), dan Karbon Monoksida (CO). Hasilnya, NO hasilnya 0,0 mikrogram per meter kubik, O3 hasilnya 67,86, serta CO-nya 2.165,1. Sementara temperaturnya tercatat 27,9 derajat Celcius.

Kini Agus mengatakan jika pihaknya akan menunggu tim Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Jatim untuk turun ke lokasi demi memberikan langkah-langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. "Yang lebih paham kan dari sana (ESDM). Jadi kita menunggu mereka, mengenai langkah apa yang perlu kita dilakukan," tutup Agus.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait