Pesan Gubernur Khofifah, Mahasiswa Surabaya Dilarang Lakukan Demo Anarkis
Nasional

Aksi demo mahasiswa Surabaya di depan gedung DPRD digelar hari ini, Kamis (26/9). Menyikapi hal tersebut, Khofifah pun memberi pesan agar mahasiswa bisa berdemo dengan sopan dan tidak anarkis.

WowKeren - Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas siap menggelar aksi demonstrasi #SurabayaMenggugat di depan gedung DPRD Jatim pada Kamis (26/9). Aksi demo tersebut dilakukan untuk menolak rencana DPR dan Pemerintah untuk mengesahkan sejumlah RUU bermasalah serta menolak pengesahan RUU KPK.

Menyikapi aksi demo tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang turut serta dalam demo tersebut. Khofifah meminta agar para mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya tersebut dengan santun.

Selain itu, ia juga ingin agar para mahasiswa menghormati dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Mahasiswa juga harus tetap objektif saat menyampaikan aspirasinya.

"Saya mohon bahwa yang disampaikan betul-betul pada tataran objektivitas," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (25/9). "Harapan kita, semua bisa dilakukan dengan santun, tertib dan kita saling menghormati antara mereka yang kebetulan sedang menggunakan jalan."

Khofifah juga meminta agar massa yang terdiri dari mahasiswa tersebut juga harus menghormati warga yang sedang membutuhkan fasilitas umum dan fasilitas sosial di sekitar lokasi aksi. Sehingga, masyarakat lain tetap dapat melakukan aktivitas keseharian dengan baik.


"Menghormati di antara mereka yang sedang membutuhkan fasum dan fasos tertentu. Jadi ruang berekspresi dengan masing-masing masyarakat yang membutuhkan ruang untuk melakukan aktivitas sehari-hari."

Meski Khofifah tak keberatan dengan aksi demo yang dilakukan oleh para mahasiswa. Sebaliknya, Gubernur Jatim itu tidak setuju dengan berpartisipasinya siswa SMA/SMK yang turun ke jalan.

Menurutnya, siswa SMA/SMK tersebut masih belum cukup umur untuk ikut berpartisipasi dan tergabung dalam aksi demo tersebut. Sehingga lebih baik para siswa untuk tetap tinggal di sekolah dan melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya.

"Siswa SMA dan SMK saya mohon jangan. Mungkin kita bisa lihat syarat legislatif lah. Undang undang kan dibuat oleh legislator," ujar Khofifah, Kamis (26/9). "Ada syarat usia. Jadi saya mohon siswa SMA SMK tetap belajar."

Hal ini diutarakan karena Gubernur Jatim itu tak ingin kejadian siswa berseragam STM, SMA juga SMK ikut turun aksi ke jalan ikut bergabung dengan mahasiswa di DKI Jakarta juga terjadi di Jawa Timur. Ia khawatir karena para siswa yang belum bisa menghitung bagaimana arus massa jika bergabung dengan ribuan massa dari kalangan lain nanti justru akan berdampak buruk. Ia tak ingin ada kejadian buruk terjadi pada mereka.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait