Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Gedung DPRD Jatim pada Kamis (26/9) siang berlangsung tertib. Polisi mengklaim bahwa aparat tak sampai mengerahkan kendaraan taktis maupun watercanon
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 26 September 2019 - 20:44 WIB
WowKeren - Ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam aksi #SurabayaMenggugat mulai meninggalkan Gedung DPRD Jatim. Menjelang azan magrib, sejumlah organisasi terlihat meninggalkan lokasi.
Dilansir dari Suara Surabaya, hingga pukul 17.30 WIB hanya tersisa puluhan orang yang ada di lokasi. Tak lama setelah azan magrib berkumandang, mereka juga akhirnya meninggalkan gedung.
Usai aksi digelar, aparat keamanan melakukan apel. Selain itu, jumlah sampah yang terpantau juga relatif sedikit. Hal itu lantaran sejak acara demonstrasi dimulai siang hari, para mahasiswa terlihat membersihkan sampah yang berserakan di jalan.
Dengan berbekal kantong plastik, mereka memungut sampah plastik dari aksi demo. Adapun aksi mereka ini karena tergerak oleh gerakan World Clean Up Day yang jatuh bertepatan pada hari Jumat (27/9).
Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Kamis (26/9) siang berlangsung tertib. Inspektur Jenderal Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim mengklaim bahwa dalam aksi tersebut tak ada satu pun kendaraan taktis maupun watercanon yang dikerahkan oleh aparat untuk menghalau massa. Terlebih lagi, tidak ada anggota polisi yang terpancing dalam aksi ini.
Luki menyebutkan bahwa jajarannya mengedepankan pasukan tanpa peralatan. Ia mengklaim bahwa tidak ada massa maupun anggota polisi yang terluka dalam demo tersebut.
"Pada prinsipnya, dari pendemo tidak ada yang terluka, tidak ada yang lecet dan dari anggota kami pun tidak ada," kata Luki di Surabaya. "Dan ini saya selaku Kapolda Jatim mewakili aparat, mengucapkan terima kasih unjuk rasa 3 hari berturut-turut berlangsung kondusif."
Meski demikian, ia mengatakan ada massa perusuh yang melakukan aksi pelemparan kapak dan batu. "Alhamdulillah (aksi) ini berjalan dengan lancar, walaupun tadi ada lempar-lemparan, dari botol aqua, dan ada kapak dilempar, ada batu. Dan juga kita amankan dua provokator," terang Luki
(wk/zodi)