Coba Angkat Isu Papua, Benny Wenda Diusir Dari Sidang PBB
Twitter/BennyWenda
Nasional

Benny mencoba mengangkat isu Papua dalam sidang PBB dengan 'menebeng' sebagai delegasi Vanuatu, yang langsung berujung pada pengusiran. Pasalnya Benny tak memiliki hak untuk mewakili negara tersebut.

WowKeren - Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diketahui tengah digelar di New York, Amerika Serikat pada pekan lalu. Tokoh separatis Papua, Benny Wenda, pun dikabarkan hadir dalam sidang tersebut. Namun rupanya kehadiran Benny berujung pada pengusiran.

Dilaporkan oleh ABC Indonesia pada Kamis (26/9), Benny dan rombongannya dari United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) hadir di Markas PBB. Saat itulah Benny mencoba melobi Komisioner HAM PBB agar berkunjung ke Papua.

Benny bahkan mencoba "menebeng" delegasi Vanuatu agar bisa masuk ke dalam persidangan. Untuk diketahui, Vanuatu sudah menjadi tempat berdiri dan markas ULMWP sejak 2014 lalu. Vanuatu juga menjadi satu-satunya negara anggota PBB yang mengangkat isu Papua di sidang majelis tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, tokoh Papua Nick Messet menyatakan PBB tak akan mengizinkan Benny Wenda dan rombongan masuk ke persidangan. Pasalnya yang bersangkutan bukanlah warga negara Vanuatu.


"Tidak benar Benny Wenda ikut dalam ruang sidang bersama delegasi Vanuatu," ujar Messet, dilansir Antara, Minggu (29/9). "Karena PBB membuat aturan yang ketat dan hanya mengizinkan perwakilan negara yang masuk dalam ruang sidang di New York."

"Peraturan yang diterapkan PBB sangat ketat," imbuhnya. "Hanya warga negara yang bisa mewakili negaranya dan masuk dalam delegasi di Sidang Umum PBB."

Nick Messet sendiri mengikuti sidang sebagai delegasi RI. Menurutnya Benny dan rekan-rekannya tak diizinkan masuk untuk mengikuti sidang.

Lebih lanjut, Messet juga menegaskan tak ada agenda pembahasan soal Papua dan referendum dalam sidang PBB kali ini. "Tidak ada agenda yang membicarakan soal Papua dan referendum. Apa yang disebarkan oleh kelompok tersebut (ULMWP) tidak benar atau hoaks," tuturnya.

Oleh karena itu ia berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan isu yang diembuskan Benny, khususnya terkait referendum Papua. Ia pun menyakini kerusuhan di sejumlah wilayah Papua merupakan hasil provokasi Benny.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait