Gerindra mengaku sudah melobi seluruh fraksi yang ada, termasuk kelompok DPD, demi memuluskan jalan Muzani ke kursi RI 5. Namun Muzani harus berhadapan dengan nama lain, seperti Bamsoet yang didukung PDIP.
- Elvariza Opita
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 12:09 WIB
WowKeren - Sedianya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 akan dipilih hari ini, Kamis (3/10). Dari sepuluh pimpinan yang ada, akan dipilih satu orang untuk "mewarisi" kursi RI 5 yang sebelumnya diemban Zulkifli Hasan.
Salah satu nama yang digadang-gadang akan menjadi Ketua MPR adalah Ahmad Muzani. Politikus Gerindra itu disebut-sebut telah mengantongi dukungan dari sejumlah partai, termasuk dari kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
"Itu (dukungan datang dari partai apa saja) wewenang pimpinan yang bisa menyampaikan," ujar anggota DPR F-Gerindra, Andre Rosiade, Rabu (2/10) malam. "Tapi insya Allah mudah-mudahan bisa musyawarah untuk mufakat menjadikan ketua MPR-nya Bang Muzani."
"(Yang pasti) Gerindra sudah berkomunikasi dengan seluruh partai yang ada," imbuhnya. "Seluruh fraksi termasuk kelompok DPD baik oleh pimpinan fraksi pimpinan partai dan orang-orang yang ditugasi oleh partai. Komunikasi berjalan dan intens."
Lebih lanjut, Andre pun bersedia menjelaskan alasan di balik tekad bulat Gerindra mengincar kursi Ketua MPR. Menurutnya, Muzani merupakan sosok yang punya kapabilitas untuk menduduki jabatan tersebut.
Hal ini terbukti dari prestasinya selama menjadi Sekretaris Jenderal partai maupun sebagai Waket MPR periode lalu. Selain itu, Gerindra pun menilai terpilihnya Muzani akan menghadirkan keseimbangan politik nasional.
"Dengan jadinya Bang Muzani jadi Ketua MPR tentu ini jadi penyeimbang di politik nasional," papar Andre, dilansir oleh Detik News. "Kita tahu Presidennya Pak Jokowi, Ketua DPR Mbak Puan dari PDIP, wajar dong Gerindra mendapatkan Ketua MPR."
Anggota DPR F-Gerindra lain, Habiburokhman, menilai Ketua MPR punya peran sebagai pemersatu bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, posisi tersebut tak semestinya diberikan kepada partai terbesar pertama atau kedua.
Selain itu, menurutnya posisi Ketua MPR periode 2019-2024 akan mengemban amanah yang berat. Yakni membumikan Pancasila di tengah maraknya konflik di Tanah Air. Dan Habiburokhman menilai pihaknya sanggup mengemban amanah tersebut.
"Kita ingin menunjukkan kepada rakyat bahwa mulai dari MPR kita kita sangat kompak dan toleran satu sama lain," pungkasnya. "Tidak ada lagi kubu-kubuan seperti Pilpres."
(wk/elva)