Analogikan Birokrasi Dengan WhatsApp, Ini Isi Pidato Jokowi Pasca Dilantik
Twitter/KemensetnegRI
Nasional
Pelantikan Presiden 2019

Jokowi berkesempatan menyampaikan pidato resmi pertamanya usai dilantik menjadi Presiden RI 2019-2024. Berbagai target pemerintahannya dengan tegas ia sampaikan dalam kesempatan itu.

WowKeren - Indonesia telah resmi memiliki kepala negara baru untuk periode 2019-2024. Adalah Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin yang menjadi Presiden serta Wakil Presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Usai dilantik, Jokowi pun diberikan kesempatan untuk berpidato di hadapan para hadirin. Dalam kesempatan selama 18 menit itulah, Jokowi memaparkan pernyataan resmi pertamanya usai menapaki periode kedua kepemimpinannya.


Berbagai hal secara lugas ia sampaikan. Mulai dari perihal ekonomi hingga target Indonesia beberapa tahun ke depan. Dalam kesempatan itu Jokowi pun kembali mengungkapkan target besar Indonesia, yakni menjadi lima besar ekonomi dunia ketika usia negara tepat mencapai seratus tahun.

"Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya, insya Allah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah," ujar Jokowi di Gedung Parlemen, Senayan, Minggu (20/10). "Indonesia sudah masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai."

Namun Jokowi juga tak menampik bahwa target itu tak bisa dicapai dengan kilat. Ia pun memaparkan beberapa poin penting untuk bisa mencapai hal tersebut, yakni soal inovasi dan kecakapan para birokrat.

Selepas itulah Jokowi membandingkan proses birokrasi dengan alur pengiriman pesan lewat WhatsApp. Menurutnya, ada dua poin penting ketika mengirimkan pesan lewat aplikasi tersebut, yakni tanda sent dan delivered. Selayaknya setiap orang yang ingin pesan yang dikirimkannya benar-benar diterima, Jokowi pun berharap kebijakan pemerintah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima," jelasnya. "Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent."

"Saya tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered," imbuhnya. "Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat."

Jokowi pun mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menyukseskan program-programnya ini. "Pura babbara' sompekku. Pura tangkisi' golikku. Layarku sudah terkembang, kemudiku sudah terpasang. Kita bersama, menuju Indonesia maju!" pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...