Wishnutama Merapat ke Istana Pakai Kemeja Putih, Calon Menteri Jokowi?
Instagram/wishnutama
Nasional
Susunan Kabinet Jokowi Maruf

Pendiri NET TV, Wishnutama, terpantau mendatangi Istana di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada hari ini (21/10) sekitar pukul 11.10 WIB. Ia mengaku dihubungi oleh Jokowi tadi malam (20/10).

WowKeren - Sejumlah tokoh diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana pada siang ini (21/10). Beberapa tokoh yang dipanggil mengaku sudah ditawari untuk menjadi Menteri Kabinet Kerja jilid II periode 2019-2024.

Salah satu tokoh yang dipanggil Jokowi ke Istana adalah pendiri NET TV, Wishnutama. Pria yang akrab disapa Tama itu terpantau mendatangi Istana di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.10 WIB.

Kedatangan Tama ini menyusul Mahfud MD dan juga Nadiem Makarim. Ia juga mengenakan kemeja putih seperti tokoh-tokoh lainnya yang diundang ke Istana.

Tama mengaku mendapat panggilan dari Jokowi tadi malam (20/10). "Tadi malam sama protokoler," tutur Tama.


Namun, soal kemeja yang ia kenakan, Tama hanya berujar bahwa putih adalah warna cerah. "Ini warna bersih saja," jelas Tama.

Ia pun langsung bergegas ke dalam dan akan menemui Jokowi. Meski demikian, ia belum tahu hal apa yang ingin dibicarakan oleh Jokowi. "Belum tahu (pembahasan)," pungkas Tama.

Sebelumnya, Mahfud MD sudah mengaku dipanggil Jokowi untuk mengisi jabatan di salah satu kementerian. "Saya tadi dipanggil Pak Presiden. Intinya saya diminta mengisi posisi menteri. Kalau tadi berubah akan dilantik Rabu, pagi sudah dilantik," kata Mahfud usai bertemu dengan Jokowi di Istana pada hari ini (21/10).

Namun, Mahfud belum dapat menjelaskan secara detail tentang kementerian mana dirinya akan ditempatkan. Yang jelas, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut telah diajak Presiden Jokowi berdiskusi soal penegakan hukum dan juga isu HAM.

"Saya tidak diberitahu jabatan apa tapi beliau ajak diskusi kondisi makro. Beliau kasih lihat survei di bidang penegakan hukum," tutur Mahfud. "Urusan hukum harus dimotori oleh eksekutif. Soal HAM juga, presiden punya data yang detail. Ada juga soal radikalisme, supaya dipersatukan kembali di dalam keberagaman."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts