Tersangka Penggagalan Pelantikan Jokowi Siapkan 8 Ekor Monyet Untuk Dilepas di Gedung DPR
Nasional

Polda Metro Jaya telah mengamankan 6 orang lainnya dalam pengembangan kasus percobaan penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

WowKeren - Pihak kepolisian terus mengembangkan kasus percobaan penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Setelah menetapkan dosen IPB yang berinisial AB sebagai tersangka, polisi kini menangkap 6 orang lainnya yang terlibat kelompok ini.

"Kelompoknya berawal dari WA grup yang mengatasnamakan inisial F, yang anggotanya 123, dengan lima admin," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Jakarta pada Senin (21/10). "Di grup itu membahas kegiatan yang akan dilakukan upaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden."


Grup WhatsApp tersebut diinisiasi oleh salah seorang tersangka yang berinisial SH. Tersangka SH tersebut mengajak orang-orang di dalam grup itu untuk menggagalkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Berkaitan dengan komunikasi AB dan SH, kaitannya untuk menggagalkan pelantikan Presiden," terang Argo. "Rencananya menggunakan ketapel dan bola karet."

Bola karet tersebut rencananya akan dipakai untuk menyerang polisi dan petugas keamanan lainnya. Apabila dilempar, bola karet tersebut akan menciptakan ledakan.

"Ini dibuat mirip dengan mercon banting, dilempar, ada perantara mudah terbakar biar cepat menyambar, misalnya perantara bensin," jelas Argo. "Barang bukti ada gotri, plastik eksklusif yang bisa meledak, kelereng, ketapel."

Selain menyiapkan bom ikan dan ketapel, Argo juga menyebut bahwa para tersangka telah menyiapkan sejumlah ekor monyet. Rencananya, monyet-monyet tersebut akan dilepas di Gedung DPR/MPR serta sekitar Istana Negara.

"Ada juga ide dari kelompok ini yaitu melepas monyet di Gedung DPR," ujar Argo. "Sudah disiapkan 8 ekor, sudah dibeli, tapi belum dilepas."

Para tersangka berharap dilepasnya monyet-monyet tersebut di pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan menimbulkan kegaduhan. "Monyet akan dilepaskan di Gedung DPR dan Istana biar gaduh," tutur Argo.

You can share this post!

Related Posts
Loading...