Gerindra Merapat ke Pemerintah Jadi Sorotan, Pengamat Singgung Raksasa Lalim
Nasional

Fenomena banyaknya partai politik yang mendekat pada kekuasaan pemerintah akan mengarah pada power of state yang cenderung bisa menciptakan 'monster bengis'.

WowKeren - Sikap Partai Gerindra yang menunjukkan sinyal akan merapat ke pemerintahan ramai menjadi sorotan. Sebab, kehadiran oposisi dinilai masih diperlukan sebagai penyeimbang roda pemerintahan.

Fenomena banyaknya parpol yang mendekat pada kekuasaan rupanya ikut mengundang perhatian seorang ekonom, Faisal Basri. Ia menyoroti sikap Prabowo yang sebelumnya di Pilpres 2019 menjadi oposisi yang getol menyuarakan kritik ke pemerintah, sekarang justru menyatakan bersedia untuk bergabung di kabinet Joko Widodo.


"Tidak ada lagi oposisi semua menyemut ke kekuasaan," kata Faisal dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (22/10). "Pak Prabowo dikabarkan di Menteri Pertahanan, Pak Fadli Zon di Menkominfo."

Fenomena banyaknya pihak-pihak yang merapat ke pemerintahan semacam ini akan mengarah pada power of state. Menurut Faisal, kondisi ini cenderung bisa menciptakan "monster bengis".

"Mereka menyemut dalam kekuasaan, wah makin ramai," tutur Faisal. "Maka ini akan cenderung mengarah pada apa yang disebut despotic leviathan, raksasa lalim atau monster bengis."

Tak hanya itu, Faisal juga menyoroti kondisi ruang terbuka yang menurutnya mulai hilang belakangan ini. Menurutnya, akademisi juga dihambat bersuara untuk menyampaikan pendapat terhadap pemerintah. Hal itu terbukti dengan sikap pemerintah terkait penerbitan Perppu.

"Teman-teman Fakultas Ekonomi seluruh Indonesia membuat inisiatif meminta Presiden mengeluarkan Perppu, tetapi apa yang terjadi mereka menghadapi represif," jelas Faisal. "Padahal sebagian besar akademisi Pro Jokowi, saya Pro Jokowi. Ruang terbuka untuk menyampaikan sesuatu menjadi hilang."

Lebih jauh, ia menyinggung soal civil society yang menurutnya masih memiliki peluang untuk menjadi oposisi, ketika jumlah oposisi di kancah politik sudah mulai berkurang. "Civil society, kita semua ada di situ, saya, media, mahasiswa. Perkuat civil society, kita jaga city liberty. Kebebasan tidak ada tawar menawar. Jangan sampai tergerogoti."

You can share this post!

Related Posts