Jadi Mendikbud, Media Asing Ikut Soroti Sosok Nadiem Makarim
Nasional
Susunan Kabinet Jokowi Maruf

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makarim menjadi sosok yang paling disorot sejak pelantikan kemarin. Tak hanya dari dalam negeri bahkan media luar negeri pun ikut menyorot sosok mantan CEO Gojek tersebut.

WowKeren - Menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo kemarin (23/10) tengah menjadi sorotan. Tak hanya dari dalam negeri namun juga dari luar negeri.

Salah satu sosok menteri yang menjadi sorotan adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Pasalnya, mantan CEO Gojek itu turut menjadi perhatian media asing.


Dikutip dari detikINET ada sejumlah media asing yang memberitakan sosok menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju tersebut. Seperti Bloomberg menurunkan berita berjudul "Jokowi Picks Gojek Founder Makarim as Indonesia Education Minister".

"Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan menteri dan kabinet dengan pendiri Gojek Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan yang baru," tulis Bloomberg. Berita serupa juga dirilis oleh Tech In Asia dengan artikel berjudul "Nadiem Makarim becomes Indonesia's education minister, keeps Gojek stake".

Sementara itu, media Nikkei Asia menyoroti tantangan yang akan dihadapi Gojek setelah kepergian Nadiem menjadi Menteri Pendidikan lewat artikel berjudul "Challenges loom for Gojek as founder quits for Jokowi cabinet".

Terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud telah memunculkan harapan dunia pendidikan Indonesia untuk lebih akrab dengan teknologi. Ia bahkan berjanji akan tetap memberikan inovasi-inovasi yang selama ini telah dilakukannya bersama dengan Gojek.

Nadiem juga mengatakan jika dunia pendidikan Indonesia adalah yang terbesar keempat di dunia, namun belum banyak perubahan dalam 20-30 tahun terakhir meskipun Mendikbud dan Menristekdikti sudah membuat banyak kemajuan.

"Sudah banyak hal baik yang dilakukan pendahulu saya, Pak Muhadjir Arifin dan Mohamad Nasir," kata Nadiem, Rabu (23/10). "Mereka telah melakukan berbagai terobosan dan akan saya lanjutkan."

Oleh karena itu, ia akan menerapkan apa yang dilakukannya saat bersama Gojek dahulu untuk meningkatkan peran teknologi untuk memodernisasi pendidikan. "Mau nggak mau dengan 300 ribu sekolah dan 50 juta murid, peran teknologi akan sangat besar dalam kualitas, efisiensi dan administrasi sistem pendidikan. Jadi peran teknologi sangat penting. Kita harus mendobrak, kita harus berinovasi," tutupnya.

You can share this post!

Related Posts