Apresiasi Jokowi Pilih Militer Jadi Menag, Pakar Hukum: Dari Partai Kena Kasus
Nasional

Pakar Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman yakni Hibnu Nugroho mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang memiliki sosok Menag dari kalangan militer dan singgung Menag dari parpol kerap terjerat kasus hukum.

WowKeren - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kejutan dengan memilih berbagai menteri yang berbeda dari periode sebelumnya. Selain mendaulat tokoh milenial seperti Nadiem Makarim dan Wishnutama sebagai menteri, Presiden Jokowi juga membuat suatu "gebrakan" dengan menjadikan seorang Purnawirawan Jendral sebagai Menteri Agama (Menag).

Pakar Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yakni Hibnu Nugroho pun mengapresiasi keputusan yang Jokowi buat itu. Hal ini karena Menag seringkali diisi oleh tokoh partai politik (parpol) yang seringkali terjerat kasus hukum.

"Biasanya Kementerian Agama diisi sosok dari partai. Beberapa kali dari partai, kena kasus hukum," ujarnya. "Nah, ini dari militer, mudah-mudahan ke depan Kementerian Agama menjadi lebih baik."

Selain itu, Hibnu juga menduga bahwa terdapat misi khusus Jokowi atas penunjukan Fachrul Razi menjadi Menag. Salah satu misi khusus tersebut menurutnya yakni upaya menangkal radikalisme.


Dalam sejarahnya, Indonesia sendiri pernah memiliki dua Menag dari kalangan militer. Menang dari kalangan militer pertama yakni Letjen Alamsjah Ratu Prawiranegara yang ditunjuk oleh Presiden Soeharto pada 1978. Soeharto kemudian kembali mengangkat figur militer sebagai Menteri Agama dalam Kabinet 1993-1998 yakni Tarmizi Taher, seorang dokter dan Laksamana Muda TNI Angkatan Laut.

Karena merasa bukan kiai, Letjen Alamsjah sempat mempertanyakan keputusan Soeharto itu. Soeharto kemudian menjelaskan kepadanya bahwa salah satu tugas utamanya sebagai Menag adalah menjelaskan kepada umat beragama, umat Islam khususnya, mengenai Pancasila.

"Agar mereka tidak lagi bersikap apriori. Selama ini Pancasila (seolah) tidak jelas bagi umat Islam...," tulis Letjen Alamsjah dalam autobiografi miliknya yang berjudul Perjalanan Hidup Seorang Anak Yatim Piatu.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengklaim banyak kiai yang memprotes keputusan Presiden Jokowi memilih Fachrul Razi sebagai Menag. Robikin mengatakan bahwa para kiai tak bisa mengerti cara pikir Jokowi yang memilih Menag dari kalangan militer.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait