Jaksa Agung yang diklaim dari kalangan profesional ternyata merupakan adik dari politikus PDIP yakni TB Hasanuddin. Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago pun turut angkat bicara.
- Wahyu
- Kamis, 24 Oktober 2019 - 13:39 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan serta melantik menteri dan kepala lembaga tinggi setara menteri pada Rabu (23/10) kemarin. Beberapa menteri pun menjadi sorotan publik, salah satunya Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Pasalnya, pensiunan jaksa muda perdata itu ternyata memiliki hubungan darah dengan politikus PDIP, TB Hasanuddin. Padahal sebelumnya Burhanuddin mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan partai politik.
"Kami sudah diperintahkan, kami profesional," kata Burhanuddin di kantor Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (23/10). "Tidak ada saudara, tidak ada apa."
Merespon hal tersebut, Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago pun mempertanyakan komitmen PDIP yang menyarankan agar Jaksa Agung tidak berasal dari kalangan partai politik. "Nah, kan jadi pertanyaan publik. Komitmennya seperti apa? Kan katanya jangan sampai yang diusulkan profesional tapi ternyata didorong partai politik," katanya pada Kamis (24/10).
Irma pun menyinggung pernyataan politikus PDIP Masinton Pasaribu yang menentang Jaksa Agung dari kalangan parpol. Oleh karena itu, ia heran ketika ternyata ST Burhanuddin adalah adik dari politikus PDIP sendiri.
"Kemarin kan sempat kencang sekali agar Jaksa Agung profesional. Bahkan saat ada talkshow di salah satu stasiun tv, Masinton bilang jangan sampai orang yang disodorkan bagian dari parpol, walau pun profesional tapi ternyata simpatisan partai juga," tuturnya. "Itu bahasanya Masinton. Tapi sekarang yang jadi malah salah satu adik pengurus PDIP."
Irma menuturkan bahwa dirinya sebenarnya tak masalah jika para menteri yang berlatar belakang profesional diajukan partai atau berafiliasi dengan partai tertentu. "Kan saya sudah bicara lama, kalau memang ada profesional dari partai kenapa harus diributkan? Daripada ternyata tolak yang seperti itu, tapi malah seperti itu kejadiannya," katanya.
Oleh karena itu, Irma menegaskan bahwa hubungan Jaksa Agung dengan partai sebaiknya hal itu disampaikan secara terus terang. "Jadi sekalian saja terus terang saja bilang bahwa dia profesional, tapi simpatisan partai. Toh kalau dia kredibel dan punya kapabilitas serta bisa menjadi pembantu presiden yang fair kan harusnya tidak masalah," jelasnya.
Di sisi lain, TB Hasanuddin, memastikan adiknya merupakan kalangan profesional dan tak pernah ikut partai politik. "Profesional, sangat-sangat profesional. Dia tidak pernah ikut-ikutan partai politik apa pun," ujar TB Hasanuddin yang dilansir Detik pada Rabu (23/10).
TB Hasanuddin pun mengaku sempat menasehati Burhanuddin sebelum pelantikan di Istana hari ini. "Saya sampaikan, 'Ya kamu bagaimana menurut kamu saja. Yang penting jadilah diri kamu sendiri. Kalau selama ini kamu benar-benar memegang teguh aturan, ya terus.' Dan saya pesan, kalau memang dipercaya, saya titip kamu taat pada aturan dan kedua jangan korup, saya bilang begitu," katanya.
Sebelumnya, di kabinet Jokowi 2014-2019 Jaksa Agung HM Prasetyo yang dulunya merupakan kader Partai NasDem. Meskipun ia menegaskan sudah mundur dari partai setelah menjabat Jaksa Agung, namun sejumlah pihak tetap melontarkan kritikan. Sebagian kritik mendesak agar Jokowi tidak lagi memilih Jaksa Agung dari kalangan partai politik.
(wk/wahy)