Pipa milik Pertamina meledak hingga menewaskan satu orang korban yang merupakan warga negara asing (WNA). PT KCIC siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut. Mereka juga meminta maaf kepada Pertamina dan warga sekitar.
- Nidya Putri
- Kamis, 24 Oktober 2019 - 14:11 WIB
WowKeren - Pipa bahan bakar Pertamina terjadi di lokasi pekerjaan Kereta Cepat Jakarta Bandung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yakni di KM 130 Jalan Tol Padaleunyi arah Cileunyi, Jawa Barat mengalami kebakaran pada Selasa (22/10). Ledakan yang terjadi pada pukul 13.00 WIB itu telah menyebabkan seorang warga negara asing (WNA) bernama Li Xuangfeng meninggal.
Peristiwa tersebut membuat PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan akibat meledaknya pipa Pertamina di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Mereka juga akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Melalui press release yang dikirimkan oleh PR & CSR Manager Deni Yusdiana, Rabu (23/10) menyebutkan jika Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra memohon maaf kepada PT Pertamina dan masyarakat luas atas insiden tersebut. "Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak yang berwajib untuk memulihkan keadaan segera dan memastikan kondisi di lapangan tidak terganggu," lanjutnya.
Meski telah menyebabkan kebakaran, Chandra menegaskan bahwa pengerjaan proyek KCJB tersebut akan tetap berlanjut pada titik lain sepanjang trase. Namun pihaknya berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaannya.
Selain evaluasi, PT KCIC juga akan meningkatkan pengawasan pada proyek kontruksi terutama aspek keamanan. Untuk memastikan keamanan tersebut, perusahaan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan serta menerapkan perimeter pengamanan di lokasi kejadian.
Sebelumnya, pihak Pertamina juga merupakan korban dari peristiwa kebakaran tersebut. Hal ini disampaikan oleh Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR III Dewi Sri Utami.
Dewi mengatakan jika pihaknya tidak mendapatkan laporan mengenai adanya aktivitas pengeboran di situ. Ia menyebutkan jika antara Pertamina dengan kontraktor sudah terjalin nota kepekatan terkait proyek tersebut.
Dalam notulen rapat yang dibuat dalam dua bahasa itu, juga membahas mengenai peta pipa Pertamina. Hal-hal semacam itu harus secara jelas disampaikan karena pihak kontraktor harus mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat di situ ada pipa.
(wk/nidy)