Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju yang telah dilantik Jokowi pada Rabu (23/10) kemarin sempat disoroti oleh publik lantaran tidak ada yang berasal dari atau merupakan kelahiran Papua.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 24 Oktober 2019 - 20:50 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat berjanji akan memasukkan wakil dari Papua dalam susunan kabinet periode keduanya. Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju yang telah dilantik Jokowi pada Rabu (23/10) kemarin pun disoroti oleh publik lantaran tidak ada yang berasal atau kelahiran Papua.
Jokowi lantas menjawab anggapan tidak adanya Menteri asal Papua di kabinetnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengklaim ada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, yang berasal dari Papua. "Pak Bahlil itu kan dari Papua," ujar Jokowi pada Kamis (24/10).
Selain Bahlil, Jokowi juga mengungkap akan ada satu wakil Papua lain yang menjabat di kursi Wakil Menteri. Sehingga akan ada 2 perwakilan dari Papua. "Nanti ada lagi di Wakil Menteri, ada juga."
Total kursi Wakil Menteri sendiri akan diputuskan malam ini untuk kemudian segera dilantik. Meski demikian, Jokowi masih merahasiakan jumlah total kursi bagi Wakil Menteri.
Sementara itu, tokoh Papua Natalius Pigai sebelumnya telah mempertanyakan nihilnya perwakilan Papua di Kabinet Indonesia Maju. Menurut Pigai, Bahlil bukan merupakan perwakilan Papua.
Diketahui, Bahlil lahir di Banda-Maluku Utara, pada 7 Agustus 1976. Orangtua Bahlil berasal dari Tomia dan Binongko, Buton. Bahlil sendiri juga mengklaim dirinya merupakan perwakilan Fakfak Barat karena ia dibesarkan di wilayah tersebut.
"Kalau Presiden kenapa mesti percaya Bahlil begitu saja, kan ada Lenis Kogoya (Staf Khusus Presiden untuk Papua)," ujar Pigai. "Ada Ngabalin tahu tentang Bahlil karena Ngabalin lahir di Fakfak meskipun bukan asli, ada intelijen yang bisa pastikan."
Di sisi lain, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden, Mochammad Fadjroel, sudah angkat bicara soal isu wakil Papua di Kabinet Indonesia Maju. Menurut Fadjroel, pemilihan Menteri tidak hanya didasarkan pada suku, agama, ras, serta antar-golongan saja. "Presiden menyatakan bahwa ini adalah mewujudkan kabinet yang terdiri dari putra-putri terbaik Indonesia," pungkas Fadjroel dilansir CNN Indonesia.
(wk/Bert)