Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan status tanggap darurat kebakaran hutan di Gunung Ijen dan dua daerah lainnya di Banyuwangi, yakni Gunung Ranti, dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup.
- Wahyu
- Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:03 WIB
WowKeren - Musim panas yang tak kunjung usai membuat beberapa hutan dan lahan di Indonesia mengalami kebakaran. Selain kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra, karhutla juga terjadi di beberapa daerah pegunungan di Pulau Jawa.
Salah satu gunung yang kini sedang mengalami karhutla adalah Gunung Ijen. Kebakaran di kawasan itu pun menyebabkan wisata Kawah Ijen ditutup sementara. Kini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menetapkan status tanggap darurat karhutla do Gunung Ijen mulai 22 Oktober lalu.
Tak hanya Gunung Ijen, dua daerah lainnya juga dikenakan status tersebut. Kedua daerah tersebut antara lain Gunung Ranti dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup. Status gawat darurat ini diperkirakan akan berakhir pada tanggal 28 Oktober nanti.
Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto membenarkan status tanggap darurat karhutla di tiga daerah tersebut. "Kami ditunjuk sebagai komandan Tanggap Darurat, saya tindak lanjuti. Kesempatan pertama saya kumpulkan semua stake holder yang terkait dalam rangka penanggulangan bencana. Sehingga pemadaman kebakaran ini bisa terkoordinir dengan baik," kata Yuli pada Kamis (24/10).
Hingga saat ini, kebakaran meluas hingga hampir seribu hektar. Hal tersebut menyebabkan petugas memutuskan untuk menggunakan water bombing untuk memadamkan api di wilayah pegunungan tersebut.
"Seluruh BPBD di Jawa Timur dikumpulkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur. Untuk water bombing diutamakan di Banyuwangi," jelas Yuli yang dilansir oleh Detik pada Kamis (24/10). "Kemungkinan besok sudah ada realisasinya. Karena ini koordinasinya harus dengan BNPB.
Kebutuhan water bombing tersebut dinilai sangat mendesak karena lahan yang sudah terbakar berkisar 1.000 Hektare. "Yang terbakar sekitar 1.000 Hektar. Di Gunung Ranti saja 700 herktare, belum di TWA Kawah Ijen dan Merapi Ungup-ungup. Kami optimis bisa segera terealisasi (water bombing). Tinggal masalah administrasi saja," jelas Yuli.
(wk/wahy)