Diduga Human Trafficking, Inggris Usut Penemuan 39 Mayat WN Tiongkok Di Kontainer
Dunia

Diduga Human Trafficking, Inggris berusaha mengusut tuntas kasus penemuan 39 mayat Warga Negara Tiongkok di sebuah kontainer yang sebelumnya telah memicu kehebohan.

WowKeren - Polisi Inggris berusaha menyelidiki penemuan puluhan mayat yang merupakan Warga Negara (WN) Tiongkok di sebuah truk kontainer. Truk kontainer tersebut ditemukan di kawasan industri Grays, Essex, Inggris pada Rabu (23/10).

Kini kepolisian Inggris berhasil mengamankan supir teruk kontainer tersebut, Mo Robinson (25). Robinson ditangkap setelah kepolisian menggeledah tiga rumahnya di County Armagh, Irlandia Utara. Saat ini, Robinson sedang diperiksa selama 1x24 jam guna mengungkap kebenaran dari kasus tersebut.

Menurut keterangan polisi, total sebanyak 39 mayat WN Tiongkok ditemukan di dalam truk pendingin itu. Seperti yang dilansir dari Reuters, Polisi Inggris menduga kuat puluhan mayat yang ditemukan di dalam kontainer itu merupakan korban perdagangan manusia (human trafficking).

Walau diduga sangat berkaitan dengan human trafficking, namun polisi masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Polisi yang menangani kasus tersebut juga menyampaikan belasungkawanya atas kematian WN Tiongkok itu dan berjanji akan terus melanjutkan penyelidikan hingga menangkap pelaku.


"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga 39 orang ini," kata Kepala Polisi Essex, Ben-Julian Harrington. "Kami akan menyelidiki kasus ini dan tetap menghormati para mendiang dan keluarga yang ditinggalkan."

Penyelidikan ini juga melibatkan National Crime Agency yang sudah memastikan pihaknya akan membantu mengidentifikasi kelompok yang terlibat dalam kasus ini. Juru bicara Kepolisian Inggris, Shaun Sawyer tidak menampik jika ini merupakan perdagangan manusia.

Menurut Shaun Sawyer, selama ini memang tercatat ribuan orang sudah berusaha datang ke Inggris secara ilegal. Hal ini lantaran Inggris masih dinilai sebagai sasaran potensial yang mudah bagi para pedagang manusia.

Kejadian ini sendiri diduga diketahui saat truk kontainer itu tiba di Dermaga Purfleet, Essex, pukul 00.30 waktu setempat. Kontainer tersebut didatangkan dari pelabuhan Zeebrugge, Belgia.

Kepala Pelabuhan Zeebrugge, Dirk de Fauw meyakini jika para korban telah meninggal di kontainer jauh sebelum tiba di pelabuhan. "Kami memiliki sistem yang aman dengan penjaga keamanan, kami memiliki kamera di mana-mana, kami memiliki polisi di jalan-jalan Zeebrugge. Kurasa mereka sudah mati sebelum mereka datang ke sini untuk ke Zeebrugge," jelas de Fauw.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait