Mendagri Tito Karnavian mengonfirmasi rencana pemekaran Papua dengan menambahkan 2 provinsi lagi. Rencana ini tampaknya semakin mendekati kenyataan karena Tito sudah membocorkan perihal nama salah satu calon provinsi baru.
- Elvariza Opita
- Selasa, 29 Oktober 2019 - 19:40 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu sempat terdengar wacana pemerintah Indonesia hendak memekarkan Papua dengan memberi tambahan jumlah provinsi yang ada. Kabar ini pun dikonfirmasi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Kabinet Kerja Tjahjo Kumolo.
"Mohon maaf, saya hari ini memberikan moratorium, memotong usulan 314 daerah otonomi baru, baik provinisi maupun kabupaten/kota," jelas Tjahjo di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Selasa (15/10). "Kecuali nanti ada putusan pemerintah yang strategis untuk jangka pendek memekarkan lagi dua provinsi di Papua."
Wacana itu rupanya siap dilanjutkan oleh Mendagri Kabinet Indonesia Maju Tito Karnavian. Dalam pernyataan terbarunya, Tito menyebut bakal ada dua provinsi baru yang dibentuk di Bumi Cenderawasih.
Ia bahkan sudah memberi bocoran perihal nama salah satu bakal calon provinsi baru tersebut, yakni Papua Selatan. Informasi ini Tito sampaikan usai berkunjung ke Papua pada akhir pekan lalu.
"Pemerintah pusat kemungkinan mengakomodir hanya penambahan dua provinsi," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (29/10). "Ini yang lagi kita jajaki, yang jelas Papua Selatan sudah okelah."
Nantinya Provinsi Papua Selatan akan "menguasai" sejumlah wilayah yang saat ini masuk di Provinsi Papua. Yakni Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Merauke.
Namun demikian ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar pemekaran ini bisa diwujudkan. Salah satunya dengan membagi Merauke menjadi dua wilayah administratif, yakni Kabupaten Merauke dan Kota Merauke.
Hal ini dilakukan demi memenuhi syarat administratif lima daerah tingkat kabupaten/kota untuk pemekaran provinsi. Menurutnya pemekaran tingkat kabupaten/kota ini sudah disetujui oleh pihak-pihak terkait.
"Kalau ada kota Merauke maka oke," jelasnya, dilansir dari laman CNN Indonesia. "Papua Selatan hampir tidak ada masalah termasuk Gubernur Pak Lukas Enembe tidak ada masalah."
Mantan Kapolri itu pun memastikan pemekaran dua provinsi Papua tak terjegal oleh moratorium yang telah diterapkan Jokowi sejak 2014. "Prinsipnya Pak Presiden sampaikan moratorium, tapi mungkin akan ditindaklanjuti karena ada aspirasi dan kekhususan di Papua," pungkasnya.
(wk/elva)