Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden Jokowi telah memantapkan langkahnya dalam maju ke Pemilihan Calon Wali Kota Solo 2020. Ia pun mengaku telah siap blusukan ke masyarakat.
- Nidya Putri
- Senin, 11 November 2019 - 13:15 WIB
WowKeren - Langkah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo 2020 tengah mantap. Apalagi ia meminta restu dari Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri.
Bahkan Gibran mengatakan jika saat ini dirinya sudah melakukan pendekatan ke masyarakat dengan melakukan blusukan. Metode ini sendiri adalah metode yang kerap dilakukan oleh sang ayah.
Tak hanya itu, para pendukungnya di tingkat bawah juga juga sudah mulai bergerak. "Sudah gerak di bawah. Sudah (pendekatan) ke masyarakat sudah blusukan juga," kata Gibran usai menjadi pembicara dalam acara talkshow Banteng Muda Indonesia (BMI) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/11)
Sebelumnya diketahui jika Gibran telah menegaskan bahwa dirinya akan maju ke bursa Pilkada Solo tersebut melalui partai PDIP kota Surakarta bukan individu. Namun, dirinya masih belum mendapatkan tiket untuk maju ke kontestasi tersebut lantaran muncul beberapa nama lain seperti Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.
Selain itu, niat Gibran untuk maju mendapatkan kursi Solo 1 ini kerap mendapat tudingan pewarisan dinasti politik dari beberapa pihak. Salah satunya menurut Lembaga survei Indo Barometer.
Menanggapi hal itu, Gibran pun membantah isu keikutsertaannya dalam politik sebagai warisan dinasti politik. Pasalnya, jika memang Gibran berniat untuk membentuk dinasti politik maka ia bisa saja meminta kursi jatah menteri kepada sang ayah yang notabene Presiden RI.
Justru ia mengibaratkan jika situasinya saat ini diibaratkan tengah ikut ke perlombaan yang ada kemungkinan untuk tak dipilih sekalipun ia putra Presiden. "Mungkin orang bilang dinasti politik. Saya ini ikut kontestasi. Bisa dipilih bisa tidak. Bisa kalah bisa menang," kata Gibran di Hotel Balairung, Jakarta Pusat, Minggu (10/11). "Kalau dinasti politik saya sudah minta jadi menteri atau apa saja sudah cukup."
(wk/nidy)