Polisi dan Densus 88 Lakukan Olah TKP Ledakan Bom di Polrestabes Medan
Twitter/RadioElshinta
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Polri memastikan bahwa ledakan tersebut terjadi akibat bom bunuh diri. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil dari olah TKP untuk memastikan detail kejadian.

WowKeren - Ancaman teror bom masih menghantui masyarakat Indonesia. Hari ini, Rabu (13/11), Indonesia kembali dihebohkan dengan ledakan bom di Polrestabes Medan, Jalan HM Said Medan Perjuangan, Medan, Sumatera Utara.

Menindaklanjuti hal ini, Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

"Saat ini sedang dilakukan olah TKP," kata Dedi dilansir dari Kompas, Rabu (13/11). "Oleh Densus (88) dan Polda Sumatera Utara."

Polri memastikan bahwa ledakan tersebut terjadi akibat bom bunuh diri. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil dari olah TKP untuk memastikan detail kejadian. "(Kami) menunggu hasil investigasi (lebih) lanjut," ungkap Dedi.


Sebelumnya, diberitakan bahwa terjadi bom bunuh diri saat polisi dijadwalkan melakukan apel pagi. Dilansir dari Kumparan, dikabarkan pelaku berjumlah dua orang. Keduanya lolos dari pengamanan di Polrestabes karena mengenakan atribut ojek online.

Meski demikian, belum diketahui secara detail di sebelah mana ledakan itu terjadi. Usai ledakan, polisi memperkuat penjagaan terutama di depan gerbang depan yang merupakan pintu masuk Polrestabes Medan.

Salah seorang warga menceritakan bahwa suara ledakan bom tersebut sangat keras. Adalah Lila Mayasari, yang kala itu berada di Polrestabes Medan untuk keperluan mengurus SKCK.

"Ledakan terasa sampai saya terangkat," kata Lila dilansir dari Tribunnews, Rabu (13/11). "Pas kejadian Saya lagi nyantai dan tiba-tiba seperti terangkat. Saya langsung engeh ini bom."

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengonfirmasi bahwa jumlah korban luka-luka akibat bom tersebut ada 6 orang. 5 Di antaranya merupakan anggota Polri dan satu merupakan warga sipil. "Laporan sementara, tidak ada yang luka parah," ujar Iqbal dilansir dari Kompas.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts