Targetkan Bali Hingga Temuan Peluru, Ini Fakta Terbaru Teror Bom Polrestabes Medan
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Seorang pria berinisial RMN meledakkan bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) pagi. Insiden yang menewaskan 1 orang serta melukai 6 lainnya itu terus diusut oleh kepolisian.

WowKeren - Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengusut tuntas kasus peledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (13/11) kemarin. Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pun telah diterjunkan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kinerja Densus 88 pun membuahkan hasil, yakni diringkusnya seorang perempuan berinisial D. D sendiri merupakan istri dari pelaku bom bunuh diri RMN.

Fakta baru pun terungkap usai D diperiksa lebih dalam. Disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, rupanya D tengah menyusun rencana teror di tempat lain.

"Di dalam jejaring komunikasi media sosialnya," kata Dedi di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11). "Mereka (D dan terduga teror lainnya) berencana melakukan aksi terorisme di Bali."


Lebih lanjut, D merencanakan aksi teror lanjutan ini dilakukan bersama seorang pria berinisial I. Mengejutkannya, I merupakan narapidana terorisme yang tengah mendekam di Lembaga Permasyarakatan Kelas II Kota Medan, Sumatera Utara.

Selain pemeriksaan terduga teroris yang diringkus dari lingkungan pelaku bom bunuh diri, Polda Sumatera Utara juga melakukan penyelidikan lebih lanjut. Yang terbaru, dua butir peluru berkaliber 22 mm ditemukan di jok sepeda motor milik RMN. Kendaraan beroda dua itu sendiri diparkir tak jauh dari Polrestabes Medan.

"Ditemukan beberapa barang-barang dalam sepeda motornya," jelas Wakil Kepala Polda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin, saat ditemui di Mako Brimob Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim, Kamis (14/11). "Ada juga ditemukan dua butir peluru kaliber 22 mm."

Sebelum menggeledah kendaraan tersebut, aparat terlebih dahulu mengamankan situasi dengan memasang garis polisi. Warga diminta untuk menjauh karena khawatir dengan ledakan yang bisa saja terjadi.

Sepeda motor dengan nomor polisi BK 6846 CH itu lantas didekati petugas gegana. Di dalam jok sepeda motor itulah lantas diamankan beberapa barang, termasuk di antaranya peluru kaliber 22 mm yang disebutkan sebelumnya. Barang-barang itu lantas dimasukkan ke plastik, sedangkan sepeda motornya diamankan di Polrestabes Medan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts