Mertua Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Medan 'Berubah' Dalam Waktu 6 Bulan
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Pihak kepolisian telah mengamankan mertua dan juga istri pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan tersebut pada Rabu (13/11). Baik mertua dan istri pelaku diperiksa intensif terkait teror bom bunuh diri ini.

WowKeren - Identitas pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan diketahui telah terungkap. Pihak kepolisian bahkan telah mengamankan mertua dan juga istri pelaku pada Rabu (13/11).

Baik mertua dan istri pelaku diperiksa intensif terkait bom bunuh diri tersebut. Sang mertua lantas menyebut bahwa sikap dan pemahaman pelaku soal radikalisme telah berubah dalam waktu 6 bulan saja.

"Dari keterangan mertuanya pelaku ini sebelumnya tidak nampak menganut paham radikal," ujar Wakil Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, di Mako Brimob Polda Sumut pada hari ini (14/11). "Hanya dalam waktu 6 bulan saja dia langsung berubah."

Menurut Mardiaz, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Polrestabes Medan. Pihak kepolisian juga telah menggeledah rumah istri pelaku.


"Kemarin setelah kita melaksanakan olah TKP (tempat kejadian perkara) di Polrestabes Medan, kita mengamankan istri pelaku dan mertua pelaku," jelas Mardiaz. "Kita juga sudah melakukan penggeledahan di rumah istri dan mertua pelaku."

Sementara itu, istri pelaku yang berinisial DA disebut pernah berkomunikasi dengan napi di Lapas Medan soal rencana aksi teror di Bali. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

"ensus 88 sudah mengamankan istri daripada pelaku. Istri pelaku tersebut atas nama DA," tutur Dedi pada hari ini (14/11). "DA yang diduga yang terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku."

DA juga disebut sebagai orang yang cukup aktif di media sosial. "Secara fisik sudah pernah berkomunikasi atas nama I, yang saat ini sedang menjalani proses hukuman di lapas kelas 2 wanita yang ada di Medan, dan di dalam jejaring komunikasi media sosialnya mereka merencanakan aksi terorisme di Bali. Itu lagi didalami dan dikembangkan," pungkas Dedi.

Sementara itu, polisi juga tengah mengejar sosok lain yang merupakan guru ngaji pelaku bom bunuh diri tersebut. Polisi mengaku telah mengantongi identitas guru gaji yang diduga imam tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts