Polisi Korban Bom Polrestabes Medan Naik Pangkat
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Polisi yang turut menjadi korban dalam insiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) lalu akan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

WowKeren - Bom bunuh diri telah terjadi di Markas Polrestabes Medan, Kota Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB. Insiden ini telah membuat empat anggota polisi turut menjadi korban luka-luka.

Keempat anggota polisi ini akan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa. Identitas empat polisi ini yakni Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip, Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan Kompol Sarponi, Staf Propam Polrestabes Medan Aipda Deni Hamdani, dan Staf Propam Polrestabes Medan Bripka Juli Chandra Siregar.

Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip mengalami luka di bagian tangan kanan hingga robek. Kemudian Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan Kompol Sarponi mengalami luka robek di bagian bokong sebelah kanan.

Sementara itu Staf Propam Polrestabes Medan Aipda Deni Hamdani mengalami luka karena terkena serpihan. Terakhir, Staf Propam Polrestabes Medan Bripka Juli Chandra Siregar pada telinga sebelah kanannya tak bisa mendengar akibat insiden ledakan tersebut.

Wakapolda Sumut Brigjend Pol Mardiaz Kusin menjelaskan jika pemerintah akan menanggung semua biaya perawatan keempat korban polisi ini. Nantinya, keempat polisi ini akan mendapatkan penghargaan yang bisa berupa kenaikan pangkat luar biasa.

"Untuk penanganan di rumah sakit, pemerintah akan menanggung semua. Para korban akan diberi tali asih," kata Brigjend Pol Mardiaz Kusin. "Informasinya juga, para korban yang Polri akan diberikan penghargaan, mungkin bisa kenaikan pangkat luar biasa, bisa jadi sekolah."


Selain empat polisi yang turut menjadi korban dalam insiden bom bunuh diri ini, terdapat juga dua korban luka-luka yang berstatus warga sipil. Kedua korban ini adalah Richard Purba yang merupakan pekerja harian lepas di Polrestabes Medan Bagian Operasional dan seorang mahasiswa bernama Ihsan Mulyadi Siregar.

Richard Purba mengalami luka memar di bagian wajah dan lengan. Sementara itu Ihsan Mulyadi Siregar mengalami luka-luka di bagian pinggul sebelah kiri karena terkena serpihan ledakan.

Kini total keenam korban tersebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat II Medan, Kombes Pol dr A.Ginting menyebutkan jika kondisi keenam korban saat ini sedang menjalani masa penyembuhan.

"Keenam korban ini kategori ringan-sedang dan sudah ditangani dengan baik," jelas Ginting. "Semuanya tidak ada dirujuk ke rumah sakit lain. Sejauh ini ini tidak ada lagi keluhan, hanya menunggu penyembuhan."

Lebih lanjut Ginting menjelaskan jika tiga dari enam korban harus menjalani operasi akibat luka-luka mereka. Salah satu operasi yang dilakukan adalah penyambungan tendon atau urat otot yang sempat putus pada pasien. Ketiga operasi dinyatakan berhasil dan berjalan dengan lancar.

"Jadi sudah berhasil dilakukan oleh tenaga bedah ortopedi di RS Bhayangkara," terang Ginting. "Satu lagi pasien mengalami luka bakar dan sudah dilakukan debridement (pengangkatan secara medis jaringan yang mati atau rusak) dan hasilnya cukup memuaskan begitu baik dan kita menunggu penyembuhan selanjutnya."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts