Tersangka Bom Polrestabes Medan Berpotensi Naik Jadi 9 Orang
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) menyatakan jika kemungkinan pelaku insiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan berpotensi akan bertambah.

WowKeren - Bom bunuh diri telah terjadi di Markas Polrestabes Medan, Kota Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11) lalu. Kini kepolisian masih terus mendalami peristiwa pengeboman tersebut.

Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Kota Medan. Beberapa orang yang terduga berkaitan dengan aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan juga telah diamankan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan jika pihaknya telah melakukan penangkapan pada 14 orang. Setelah melalui pemeriksaan, 9 dari 14 orang yang diamankan disebutkan berpotensi menjadi tersangka.

"Intinya dari kejadian kemarin 14 orang sudah kita melakukan pengamanan," ujar Agus Andrianto kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Jumat (15/11). "Yang berpotensi tersangka ada sembilan."

Walau begitu, Kapolda Sumut masih enggan membeberkan identitas siapa saja yang berpotensi menjadi tersangka. Hal ini karena penyelidikan masih terus dilakukan dan sudah merupakan kewenangan dari Mabes Polri dan Densus 88 untuk menahan informasi tersebut hingga sudah ada kejelasannya.


Agus menyatakan jika dari pengamanan ini, jumlah tersangka masih bisa terus bertambah sesuai dengan kesaksian pihak yang sudah diamankan beserta penemuan bukti-bukti dari tim kepolisian. "Ini bisa berkembang (tergantung) dari hasil penyelidikan," pungkas Agus Adrianto.

Sebelumnya peristiwa bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB. Pelaku diketahui melancarkan aksinya dengan meledakkan diri sekitar 30 meter dari pintu gerbang.

Bom bunuh diri ini telah menyebabkan jatuhnya korban yakni sebanyak 6 orang mengalami luka-luka. Sementara itu empat kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, pelaku bom bunuh diri sempat menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali oleh petugas yang berjaga saat berusaha memasuki Polrestabes Medan. Namun karena tidak ditemukan benda yang mencurigakan, pelaku akhirnya diizinkan untuk masuk.

Kepada petugas yang berjaga, pelaku mengaku ingin membuat SKCK. "Yang bersangkutan itu berdiri seorang diri dengan menggunakan jaket dan ransel. Kemudian ditegur oleh anggota, mengaku mau buat SKCK," jelas Tatan Dirsan Atmaja.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts