Sukses Dekati NasDem, Kini Tommy Soeharto Jadi 'Target' PKS
Nasional

PKS melanjutkan kembali safari politiknya, yang belakangan terungkap demi mempersiapkan Pilpres 2024. Yang terbaru, dikabarkan PKS akan menemui Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto pekan depan.

WowKeren - Safari politik terus dilakukan oleh beberapa partai, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai politik yang pernah menjadi "kendaraan" mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah itu diketahui kerap mengadakan pertemuan.

Salah satu yang sukses membuat publik terhenyak adalah pertemuan dengan partai Nasional Demokrat. Pertemuan politik kedua partai itu sempat menjadi bahan pembicaraan panas lantaran keduanya dikenal sebagai pihak yang selama ini berseberangan.


Sebagai pengingat, PKS dan NasDem berdiri di kubu yang berbeda selama perhelatan Pemilihan Presiden 2019 kemarin. Namun rupanya ketua kedua partai, Sohibul Iman dan Surya Paloh terlihat akrab dalam pertemuan itu, bahkan sampai memamerkan pelukan mesra yang sempat membuat Presiden Joko Widodo "cemburu".

Kini safari politik PKS tak berhenti sampai di situ. Ketua DPP PKS, Ledia Hanifa menyatakan Presiden PKS Sohibul diagendakan bertemu dengan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

"Kalau tak salah, tentatifnya pekan depan," ujar Ledia ketika ditemui di Menara Bidakara, Jakarta, Jumat (15/11). "Tetapi kita masih atur-atur lagi waktu tepatnya."

Menurut Ledia, pertemuan itu bertujuan membangun komunikasi dan kebersamaan dengan semua elemen partai politik. Ia menyebut tak hanya Berkarya, PKS pun akan bersilaturahmi dengan beberapa partai politik lainnya dalam waktu dekat.

"Ini bagian dari bagaimana kita bersama-sama kita menunjukkan komitmen bahwa kita mau membangun bangsa itu bersama-sama," papar Ledia, dilansir CNN Indonesia. "Tidak bisa satu dua elemen saja, tetapi keseluruhan."

Lebih lanjut, Ledia pun menegaskan pertemuan itu bukan dalam rangka menguatkan oposisi, seperti yang dituduhkan banyak pihak selama ini. Ia lantas mencontohkan NasDem yang tetap berada di pihak koalisi kendati sempat "bermesraan" dengan PKS.

Menurut Ledia, pertemuan NasDem dan PKS kala itu tak terkait dengan posisi mereka di pemerintahan. PKS, tutur Ledia, hanya mengajak Nasdem untuk bersama-sama mengkritisi dan mengingatkan pelbagai kebijakan Jokowi yang tak berpihak pada masyarakat.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal justru lebih terang-terangan menanggapi pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu dilakukan demi mempersiapkan Pilpres 2024. Menurutnya PKS akan mulai merangkul partai-partai yang berada di luar kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

You can share this post!

Related Posts
Loading...