Ryamizard Soal Bom Bunuh Diri: Yang Nyuruh Dan Janjikan Masuk Surga Silahkan Duluan
Nasional

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia Ryamizard Ryacudu menanggapi soal iming-iming didampingi 72 bidadari di surga jika mau meledakkan bom bunuh diri.

WowKeren - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia Ryamizard Ryacudu baru-baru ini memberikan pendapatnya soal terorisme yang ada di Indonesia. Ryamizard menyoroti pencucian otak terorisme yang dilakukan agar mau meledakkan bom bunuh diri.

Selama ini Ryamizard mengaku sering mendengar jika orang yang mau melakukan aksi terorisme dengan melakukan bom bunuh diri ternyata mendapat iming-iming didampingi 72 bidadari di surga. Ia pun menegaskan hal ini sebagai sebuah kebohongan.

Ryamizard menilai ajakan untuk melakukan aksi bom bunuh diri agar dapat masuk surga sunggulah tidak masuk akal. Ia lantas mempertanyakan mengapa orang yang memberikan iming-iming surga dan bidadari tersebut tidak mau melakukan bom bunuh diri lebih dahulu. Orang tersebut justru sibuk menyuruh orang lain melakukannya.

"Pertanyaannya, yang nyuruh itu, kalau sudah tahu masuk surga, (harusnya_ duluan masuk surga," ujar Ryamizard dalam Dialog Kebangsaan di bilangan Senayan, Jakarta pada Senin (25/11). "Ini nyuruh-nyuruh, dia tidak mau juga masuk surga. Berarti tidak masuk akal juga."


Maka Ryamizard menekankan pentingnya untuk mewaspadai perubahan pola pikir yang berkaitan dengan terorisme. Ia menegaskan jika paham-paham radikal merupakan ancaman dan tantangan terbesar yang harus diperhatikan untuk memberantas aksi terorisme.

Menurut Ryamizard, pada umumnya orang-orang tidak menyukai segala bentuk tindakan kekerasan. Namun karena adanya perubahan pola pikir seseorang terhadap paham-paham lain, maka orang tersebut akan berani dalam menjalankan aksi-aksi seperti meledakkan bom bunuh diri.

Sebagai contoh adalah kasus bom Surabaya pada tahun 2018 lalu dimana pelaku merupakan seorang perempuan dan anaknya. "Itu tidak masuk akal. Anak perempuan dilempar petasan saja teriak-teriak kok, apalagi bom. Kenapa? Pola pikirnya sudah diubah. Ini bahaya," jelas Ryamizard.

Oleh sebab itu, Ryamizard mengaku mendukung program bela negara yang telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Menurutnya, bela negara memang perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Semua warga negara wajib untuk bela negara. Memang wajib bela negara. Kalau bukan kita siapa lagi," katanya. Ryamizard menegaskan jika saat ini ancaman nyata yang dihadapi Indonesia berupa terorisme, narkoba, bencana alam, pemberontakan, wabah penyakit, hingga intelijen.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait