Kepolisian Malaysia telah memberikan keterangan jika pengeroyokan suporter Indonesia sebelum laga Kualifikasi Piada Dunia 2022 tidak terkait dengan sepak bola.
- Ruth Meliana
- Selasa, 26 November 2019 - 10:42 WIB
WowKeren - Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Malaysia melawan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Selasa (19/11) masih menyisakan persoalan. Hal ini terkait dengan insiden pengeroyokan yang diduga dilakukan suporter Malaysia terhadap suporter Indonesia.
Walau begitu, baru-baru ini Kepolisian Malaysia atau Polis Diraja Malaysia (PDRM) telah memberikan keterangan resminya. Sejauh penyelidikan yang mereka lakukan saat ini, insiden tersebut diduga tidak berkaitan dengan pertandingan sepak bola antara Malaysia melawan Indonesia.
PDRM menyatakan jika insiden itu adalah murni kasus perampokan. Dugaan ini disimpulkan setelah korban pengeroyokan mengaku kehilangan paspor dan sejumlah uang saat mengalami penyerangan tersebut.
"Berdasarkan penyelidikan awal, PDRM percaya insiden ini tidak berkaitan dengan pertandingan sepak bola Pra Piala Dunia antara Malaysia dan Indonesia yang berlangsung 19 November 2019 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur," bunyi pernyataan resmi PDRM. Namun PDRM tetap melanjutkan penyelidikan demi mengetahui motif kejadian.
"Kasus ini diklasifikasikan sebagai perampokan mengacu kepada laporan korban yang mengaku kehilangan paspor dan sejumlah uang dalam kejadian tersebut," jelas PDRM. "Motif kejadian belum bisa dipastikan dan sampai kini PDRM masih mencari pelapor karena penyidik sulit mendapat keterangan dari yang bersangkutan."
Sebelumnya PDRM menerima laporan pengeroyokan atas nama Fuad Naji yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Pengeroyokan ini diduga terjadi di Bukit Bintang pada Senin (18/11) lalu sekitar pukul 02.00 dini hari sebelum pertandingan Malaysia vs Indonesia. Fuad tidak hanya dikeroyok namun juga mengalami perampasan sejumlah barang seperti paspor dan tasnya.
Fuad sendiri datang ke Malaysia satu hari sebelum pertandingan. Usai insiden pengeroyokan, Fuad disebutkan langsung melaporkan kejadian tersebut pada polisi setempat pada pukul 08.00 setempat. Ia juga telah mendatangani KBRI di Malaysia untuk mengurus paspornya yang hilang dengan membuat surat perjalanan laksana paspor (SPLP).
Pihak PDRM menjelaskan menurut laporan, korban telah dipukul dan dirampok oleh sekumpulan pria. Atas laporan ini, pihak kepolisian Malaysia telah melakukan penyelidikan berdasarkan seksyen 392/397 terkait tindak kekerasan.
(wk/lian)