Terinspirasi Meme Nadiem, Madrasah di Semarang Pakai GoPay untuk Bayar SPP
Nasional

Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah Miftahul Arief berinisiatif untuk memudahkan pembayaran SPP dengan memanfaatkan sistem online.

WowKeren - Momen saat Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Bos Gojek Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang tak bisa dibilang biasa. Bahkan, keputusan Jokowi itu pun menyedot perhatian banyak pihak termasuk internasional.

Seiring dengan itu, meme-meme hasil ide kreatif warganet tentang Nadiem pun banyak bertebaran di media sosial. Salah satunya mengenai sistem pembayaran SPP yang bakal bisa dilakukan melalui GoPay, mengingat Nadiem merupakan pendiri Gojek.

Namun, siapa sangka jika meme iseng tersebut justru bisa menjadi inspirasi bagi salah satu sekolah untuk merealisasikannya. Adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah yang menerapkan sistem pembayaran sekolah atau SPP dengan menggunakan GoPay. Penerapan sistem pembayaran GoPay itu diinisiasi oleh Kepala MI Miftahul Arief.

Arief mengaku bahwa penerapan tersebut awalnya terinspirasi dari meme tersebut. Ia menilai bahwa jika cara tersebut benar-benar diterapkan maka akan bisa lebih memberi kemudahan.


"Berangkat dari keinginan memberikan kemudahan," kata Arief dilansir Kumparan, Jumat (29/11). "Tapi juga terinspirasi dengan meme ketika Nadiem Makarim menjadi Mendikbud."

Menurut Arief, di era yang serba canggih didukung dengan digitalisasi ini, hampir semua kebutuhan manusia bisa dipenuhi dengan lebih praktis dan mudah. Tak hanya memesan makanan, namun juga belanja dan aktivitas kebutuhan rumah tangga lain bisa dipenuhi dengan memanfaatkan layanan online. Oleh sebab itu, menurutnya hal serupa juga bisa diterapkan pada pembayaran SPP.

"Memang belum ada kanal khusus untuk pembayaran sekolah," lanjut Arief. "Tetapi dengan inisiasi ini, ya, semoga bisa jadi pertimbangan."

Arief pun menjelaskan caranya. Nantinya sistem pembayaran ini akan menggunakan akun pribadi dengan cara transfer. Selain itu untuk penginputan berkas, pihaknya juga menerapkan sistem online. Dengan sistem ini, beberapa berkas yang selama ini harus disediakan cukup diunggah melalui ponsel. "Paperless, tidak ada kertas yang harus disetorkan sebagaimana selama ini, semua menggunakan daring," pungkas Arief.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait