Polda Metro Jaya akan meluncurkan sistem uji praktek pembuatan SIM secara elektronik yang biasa disebut e-Drives mulai 5 Desember mendatang. Hal ini dilakukan agar uji praktik pembuatan SIM lebih transparan.
- Anis Rosella Pitaloka
- Rabu, 04 Desember 2019 - 15:12 WIB
WowKeren - Sebelum mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), masyarakat Indonesia biasanya harus melakukan ujian praktik berkendara motor. Sayangnya, tes langsung untuk mendapatkan SIM ini kerap kali tidak transparan untuk menguntungkan beberapa oknum.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan meluncurkan sistem uji praktek pembuatan SIM secara elektronik. Sistem ini nantinya disebut sebagai e-Drives. Kabar baiknya, e-Drives ini mulai diluncurkan 5 Desember besok oleh Polda Metro Jaya.
Peluncuran e-Drives ini diharapkan mampu meningkatkan citra positif polisi dalam menerbitkan SIM. Hal ini karena polisi diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel. Selain itu, e-Drives juga bermanfaat untuk meminimalisir komplain dari peserta uji SIM dalam sistem penilaian pengujian praktik SIM.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan bahwa ada empat jenis sensor yang dipasang di kendaraan maupun lokasi pengujian SIM pada sistem e-Drives. Keempat sensor yang dipasang tersebut adalah Radio Frequency Identifiqation (RFID) yang dipasang pada kendaraan, passive infrared yang ada di garis awal dan akhir, vibration sensor pada patok jalur uji SIM, dan juga sensor ultrasonik pada mobil untuk uji SIM A.
Yusuf mengklaim bahwa penggunaan e-Drives ini bisa menjadikan sistem penilaian lebih akurat dan transparan. "Dengan e-Drives, penilaian yang dilakukan oleh sistem menjadi lebih akurat dan transparan serta lebih memberikan kepastian hukum," katanya yang dilansir Kompas pada Rabu (4/12).
Yusuf menjelaskan bahwa saat kendaraan melakukan uji praktek pembuatan SIM, data dari masing-masing sensor akan dikirimkan langsung ke server yang berada di ruang monitoring. Nantinya, data yang dikirimkan dari sensor itu diolah menjadi data statistik. Data statistik tersebut kemudian akan dijadikan laporan penilaian dalam uji SIM.
Dengan adanya e-Drives ini, ujian praktik untuk mendapatkan SIM tak lagi menggunakan penilaian manual, namun sudah menggunakan sistem komputerisasi. Petugas lapangan yang sebelumnya mengawasi dan memberikan penilaian akan digantikan perannya oleh empat buah sensor.
(wk/aros)