Garuda Siap Pulihkan Jabatan Korban Mutasi Semena-Mena Ari Askhara
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Eks Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara, disebut-sebut kerap memutasi karyawan maskapainya secara semena-mena, atau bahkan meng-grounded mereka. Jajaran direksi pengganti pun siap memulihkan jabatan tersebut.

WowKeren - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., terus menarik perhatian masyarakat. Pasalnya petinggi maskapai pelat merah itu diketahui terlibat dalam pusaran skandal penyelundupan kargo ilegal yang merugikan negara hingga Rp1,5 miliar.

Skandal itu pun membuka "tabir gelap" di internal perusahaan tersebut. Termasuk pengakuan bahwa eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, menyalahgunakan kewenangan yang ia miliki demi meraih keuntungan pribadi.


Disampaikan oleh Pimpinan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin, ada beberapa karyawan maskapai yang dimutasi semena-mena oleh Ari. Mutasi itu disebut-sebut dilakukan tanpa dasar yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Human Capital Garuda Indonesia, Aryaperwira ikut angkat bicara. Arya mengaku siap memulihkan sejumlah aturan terkait mutasi karyawan yang dianggap melanggar ketentuan.

"Jadi sejumlah mutasi maupun rotasi karyawan yang tidak memenuhi ketentuan (akan) kami tinjau ulang dan kami kembalikan sesuai kebutuhan perusahaan," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12). "Baik itu operasional maupun kebutuhan pengembangan perusahaan ke depan."

Lebih lanjut, pemulihan jabatan itu akan dilakukan dalam 45 hari ke depan sambil menunggu pemilihan jajaran direksi baru. Jajaran direksi baru ini sendiri akan dipilih dalam RUPSLB Garuda Indonesia pada Januari 2020 mendatang.

"Ke depan adalah pemulihan sejumlah ketentuan yang selama ini berpotensi melanggar ketentuan dari perundangan," ujar Arya, dilansir dari Kompas. "Dan perjanjian kerja sama bersama yang sudah ada di PT Garuda Indonesia."

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan seleksi kepada karyawan untuk ditempatkan di posisi yang dibutuhkan perusahaan. Termasuk dengan menyediakan talent pool untuk pengembangan kompetensi dan keahlian karyawan.

Di sisi lain, pihak Serikat Karyawan Garuda telah menyampaikan pandangan mereka soal "badai" skandal yang tengah menerpa maskapai tersebut. Mereka mengaku siap menjaga soliditas di internal maskapai demi mempertahankan iklim profesionaliasme Garuda Indonesia.

You can share this post!

Related Posts