Menurut Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Alberto Ali, DWP sendiri telah menyumbang pendapatan asli daerah dari sektor pajak kala terakhir dihelat di Jakarta pada 2017.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 13 Desember 2019 - 14:12 WIB
WowKeren - Acara musik Djakarta Warehouse Project atau DWP 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 13 - 15 Desember 2019 sempat mendapat penolakan dari sejumlah ormas. Balai Kota DKI beberapa kali didatangi oleh massa yang menolak perhelatan DWP.
Sejumlah massa yang bergabung dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI) misalnya, menggelar aksi di depan Balai Kota pada Kamis (12/12) kemarin. Mereka mengaku menolak DWP lantaran menilai acara tersebut adalah "maksiat yang dipenuhi dengan seks bebas dan minum-minuman beralkohol". Gubernur DKI Anies Baswedan pun diminta untuk memberikan penjelasannya.
"Apakah Anies buta, tuli, sehingga dia tidak tahu ada DWP?" ujar Ketua GPI Jakarta, Rahman Himran, dilansir Tirto. "Dengan adanya kemaksiatan yang terang-terangan di ibu kota ini?"
Meski diprotes, Pemprov DKI tetap memberikan izin penyelenggaraan DWP. Namun, Pemprov DKI memberikan sejumlah catatan, yakni panitia harus mengikuti aturan legal dan formal yang berlaku. Panitia DWP juga harus memastikan bahwa acara tersebut bebas dari narkoba dan zat adiktif lainnya.
Menurut Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Alberto Ali, DWP sendiri telah menyumbang pendapatan asli daerah dari sektor pajak kala terakhir dihelat di Jakarta pada 2017. Pemasukan yang disumbangkan oleh DWP pun mencapai Rp 10 miliar.
"Ada dua objek pajak yang dikenakan kepada DWP yaitu makanan sebesar 10 persen, dan kedua pajak hiburan sebesar 20 persen. 2017 untuk pajak minum tadi sebesar Rp 2,5 miliar dengan penyelenggaraan 2 hari," terang Alberto dilansir detikcom pada Jumat (13/12). "Dan untuk hiburan yang kurang lebih Rp 7,5 miliar dari tahun lalu dengan penyelenggaraan 2 hari sebesar 10 miliar."
Tak hanya itu, Disparbud sendiri menargetkan agar DWP meningkatkan kunjungan turis lokal maupun asing ke Jakarta. Dengan demikian, Jakarta bisa menjadi salah satu tujuan wisata unggulan.
"DWP adalah salah satu dari sekian banyak event yang ada di Jakarta tujuannya adalah mendatangkan wisatawan mancanegara maupun juga wisatawan Nusantara," jelas Alberto. "Diharapkan dengan kehadiran wisatawan banyak sehingga Jakarta bisa menjadi satu destinasi unggulan dunia."
DWP juga diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi di Jakarta selain pemasukan pajak, seperti lewat penyerapan tenaga kerja. "Akhirnya, dalam kegiatan ini berdampak memberikan manfaat pada perekonomian Jakarta. Apakah itu dalam bentuk serapan tenaga kerja, pendapatan asli daerah kita juga meningkat, dan juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi," pungkas Alberto.
(wk/Bert)