Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengancam akan mempolisikan pihak yang melakukan sweeping menjelang perayaan Natal.
- Ruth Meliana
- Selasa, 17 Desember 2019 - 11:39 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara mengenai maraknya berita sweeping yang bermunculan menjelang perayaan Natal. Mahfud menegaskan jika ia tidak menoleransi segala bentuk sweeping saat perayaan Natal.
Mahfud mengingatkan seluruh pihak swasta untuk tidak melakukan sweeping. Tak hanya saat Natal saja, ia juga menegaskan jika segala bentuk sweeping juga tidak boleh dilakukan di hari apapun.
"Oh ndak boleh dong (pihak yang lakukan sweeping)," tegas Mahfud di Hotel Sari Pasific, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (16/12). "Sweeping, bukan hanya di hari Natal, di hari apa pun ndak boleh ada sweeping oleh pihak swasta."
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyebutkan jika hanya TNI dan Polri saja yang berhak untuk melakukan sweeping. Oleh sebab itu, Mahfud memperingatkan jika pihak-pihak di luar aparat yang melakukan sweeping akan ditindak tegas secara hukum.
"Melakukan sweeping itu hanya monopoli polisi dan tentara," terang Mahfud. "Di luar itu kalau melakukan sweeping atas nama apa pun itu harus ditindak secara hukum. Itu tidak boleh ada."
Selain itu, Mahfud menyampaikan jika pemerintah telah siap dalam menyambut perayaan Natal. Sejauh ini, pemerintah telah melakukan pengamanan menjelang Natal sesuai dengan standar yang ada.
"Saya kira sudah standar pengamanannya ya. Yang dianggap rawan masalah teror, kemudian kecelakaan lalu lintas, kelangkaan bahan pokok, kemudian kendaraan air itu perahu air swasta yang tidak terdaftar itu sering memuat orang dan sering kecelakaan," jelas Mahfud. "Itu sudah diantisipasi semua."
"Pada umumnya pemerintah sudah menyiapkan semua yang dianggap rawan sudah diantisipasi. Termasuk penyediaan bahan bakar itu bukan hanya di pom," sambungnya. "Sekarang ada mobil-mobil yang Pertamina berjalan menyediakan di jalan-jalan tertentu yang jauh dari pom, dia jalan gitu. Jadi mudah-mudahan lebih lancarlah."
Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga telah angak berbicara mengenai sejumlah kasus sweeping menjelang Natal. Jokowi meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku sweeping selama Natal hingga Tahun Baru.
(wk/lian)