Pemilihan Dewas KPK Dikritik Karena Tak Transparan, Istana Beri Penjelasan Ini
Nasional

Dini Shanti Purwono, salah satu anggota Tim Penjaringan Dewan Pengawas KPK menegaskan jika proses seleksi Dewas KPK untuk yang pertama ini memang tidak dilakukan oleh panitia seleksi karena alasan urgensi waktu.

WowKeren - Seleksi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) dikritik karena dinilai dilakukan secara tertutup dan terkesan tidak transparan. Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada menilai bahwa penjaringan dewan pengawas yang dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung oleh Presiden Joko Widodo tidak dilakukan secara independen dan akuntabel.

Menanggapi kritikan tersebut, Dini Shanti Purwono, salah satu anggota Tim Penjaringan Dewan Pengawas KPK yang dibentuk oleh Kementerian Sekretariat Negara pun buka suara. Ia menegaskan jika proses seleksi Dewas KPK untuk yang pertama ini memang tidak dilakukan oleh panitia seleksi karena alasan urgensi waktu.

Hal itu disebabkan karena Dewas KPK akan dilantik bersamaan dengan lima komisioner KPK pada Jumat (20/12). "Kalau buat proses seleksi terpisah untuk dewan pengawas, membentuk pansel lagi, maka tidak akan keburu untuk pelantikan pimpinan dan dewan pengawas KPK dilakukan bersamaan," kata Dini yang dilansir Kompas pada Kamis (19/12).


Hal ini menyebabkan Menteri Sekretariat Negara Pratikno sebagai perpanjangan tangan Kepala Negara membentuk tim internal yang bertugas untuk menjaring nama-nama, melakukan screening hingga merekomendasikan calon Dewas KPK kepada Presiden. Dini menambahkan jika seleksi dari tim penjaringan tersebut pun memiliki payung hukum yakni Pasal 69A ayat (1) UU KPK.

Dini mengatakan jika tim penjaring ini terdiri atas beberapa orang dengan latar belakang berbeda- beda. "(Timnya ada) Mensesneg, stafsus mensesneg dan stafsus presiden. Untuk nama-namanya, itu ada di database Setneg. Ada di keputusan Mensesneg," katanya.

"Tim internal menjaring masukan dari berbagai kalangan yang kredibel dan paham isu," kata Dini. "Dengan menjaring banyak nama dari berbagai kalangan, maka terlihat nama-nama yang selalu muncul dari usulan-usulan yang masuk. Nama-nama ini di-screening, dicek track record-nya," lanjut politikus PSI itu.

Dilansir dari Kompas, selain Dini, ada sejumlah nama lain yang ikut menjaring calon ketua dan anggota dewan pengawas KPK. Mereka di antaranya yakni Fadjroel Rachman, Alexander Lay, Sukardi Rinakit dan Ari Dwipayana.

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait