Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bahwa perkataan Presiden Jokowi yang menyebut permasalahan Jiwasraya telah terjadi sejak 10 tahun yang lalu tak bermaksud untuk menyudutkan pihak tertentu.
- Anis Rosella Pitaloka
- Jumat, 20 Desember 2019 - 12:50 WIB
WowKeren - Kasus tekornya asuransi Jiwasraya tengah menjadi sorotan. Belum lama ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara kasus yang menimpa perusahaan pelat merah itu. Ia mengatakan bahwa masalah ini telah terjadi sejak 10 tahun lalu, atau sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu," ujar Jokowi saat diwawancarai pada Rabu (18/12) di Balikpapan. "Problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini."
Mengetahui SBY ikut diseret dalam pusaran defisit Jiwasraya, Partai Demokrat yang didirikan oleh SBY pun langsung angkat bicara. Menurut salah satu politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pernyataan Jokowi itu sebenarnya tidak pantas untuk disebutkan. Ia mengaggap pernyataan tersebut secara tidak langsung menyalahkan SBY.
"Jadi kalau Pak Jokowi menyampaikan masalah ini sejak zaman SBY, maka tak sepatutnya disampaikan," jelas Ferdinand di Kantor Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (19/12). "Karena faktanya tidak benar. Sepuluh tahun lalu Jiwasraya membukukan laba bersih yang baik."
Ferdinand pun memperingatkan agar Jokowi tak menyeret nama SBY dalam permasalahan negara saat ini. "Jadi kalau ada masalah, membawa-bawa nama SBY. Jadi beliau merasa aman, tak lagi ada masalah. Jadi, Pak Jokowi ini sedang menyandarkan kenyamanannya sebagai pemimpin, ketika membawa nama SBY, kalau ada masalah," ujarnya.
Mengetahui hal tersebut, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga pun angakat bicara. Ia menjelaskan bahwa perkataan Presiden Jokowi yang menyebut permasalahan Jiwasraya telah terjadi sejak 10 tahun yang lalu tak bermaksud untuk menyudutkan pihak tertentu. Menurutnya, banyak pihak yang salah persepsi dalam menanggapi pernyataan tersebut.
“Jangan baper gitu lho. Banyak banget yang baper,” ujar Arya pada Kamis (19/12). “Maksudnya permasalahan lama, sehingga memang berat, makanya solusi yang diambil bertahap, tidak bisa cepat-cepat, maksudnya seperti itu."
Di sisi lain, sebelumnya Mantan Sekertaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan bahwa mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah menyehatkan keuangan PT Asuransi Jiwasraya ketika dirinya menjadi kepala negara. Menurutnya, permasalahan di tubuh Jiwasraya terjadi saat krisis moneter 1998 lalu.
“Permasalahan Jiwasraya dampak krisis 98," ujar Said saat ditemui wartawan di Jakarta yang dilansir Kompas pada Kamis (19/12) kemarin. "Sehingga 2005 saya masuk (ke BUMN) ada utang sekitar Rp 6 triliun, kemudian selesai 2009."
Setelah 2009, Said menuturkan bahwa masalah keuangan Jiwasraya telah terselesaikan. Puncak kejayaan keuangan perusahaan asuransi plat merah itu terjadi pada 2016. Atas dasar itu, ia tak setuju jika ada pihak yang menyebut masalah Jiwasraya yang saat ini terjadi merupakan warisan dari pemerintahan SBY. “Pak SBY menyelesaikan masalah itu dan menyerahkan (Jiwasraya) ke pemerintahan selanjutnya dalam kondisi sehat walafiat,” ujarnya.
(wk/aros)