Erick Thohir Copot Bos Antam, Kementerian BUMN: Proyek-Proyek Terbengkalai
Nasional

Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga menjelaskan alasan Menteri Erick Thohir sebagai pemegang saham tertinggi PT Antam mencopot Direktur Utama Arie Prabowo Ariotedjo.

WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali merombak Direksi perusahaan pelat merah. Kini giliran PT Antam Tbk (Persero) atau ANTM yang yang direksinya dirombak dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (19/12).

RUPSLB tersebut menghasilkan pencopotan Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo, dan juga 2 Direktur lainnya. Menurut Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Menteri Erick sebagai pemegang saham tertinggi Antam mencopot sang Dirut lantaran banyaknya proyek terbengkalai.

Salah satu proyek yang tak kunjung rampung adalah pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace di Halmahera Timur. Arya pun menjelaskan bahwa proyek tersebut seharusnya telah beroperasi namun masih belum berjalan karena pembangkit listrik untuk pabrik tersebut tak kunjung dibangun.

"Proyek-proyek terbengkalai. Misalnya feronikel di Haltim. Pabriknya sudah selesai tapi listriknya masih nol. Jadi pabriknya enggak jalan," ungkap Arya di Kementerian BUMN pada Kamis (19/12). "Jadi kita cari direksi ini yang eksekusi cepat."


Diketahui, Antam bekerjasama dengan Ocean Energy Nickel International Pte Ltd (OENI) dalam proyek NPI tersebut. Antam sendiri menjadi pemegang saham mayoritas di proyek tersebut. Kementerian BUMN sendiri meminta agar proyek ini dieksekusi cepat, meskipun sedianya proyek NPI ditargetkan selesai pada kuartal IV 2020.

Selain itu, Kementerian BUMN juga menyoroti pembangunan Smelter Grade Alumina (SGA) yang dikerjakan Antam bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Menurut Arya, pembangunan SGA yang berada di Mempawah, Kalimantan Barat, dan menelan biaya USD 850 juta tersebut terlalu lamban.

"Proyek Smelter Grade Alumina belum selesai," ungkap Arya. "2 tahun belum berjalan."

Oleh sebab itu, perombakan Direksi Antam diharapkan bisa memberi angin segar bagi proyek-proyek yang terbengkalai. Posisi Dirut Antam yang sebelumnya dipegang Arie Prabowo Ariotedjo pun digantikan oleh Dana Amin.

Arya menyebut bahwa Dana Amin merupakan sosok yang cocok menjadi eksekutor proyek-proyek Antam. "Karena ada perubahan model bisnis dan kita pilih lah di sini Dana Amin misalnya setahun jadi advisor di Inalum. Jadi kita cari direksi yang bisa eksekusi cepat," pungkas Arya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts