PBNU Tak Persoalkan Ucapan Selamat Hari Natal
Twitter/DKIJakarta
Nasional

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan imbauan agar umat Muslim tak mengucapkan selamat bagi mereka yang merayakan hari Natal karena dinilai bisa merusak akidah.

WowKeren - Perbedaan pendapat mengenai ucapan selamat Natal selalu muncul di Indonesia setiap tahunnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur baru-baru ini telah mengeluarkan imbauan agar umat Muslim tak mengucapkan selamat bagi mereka yang merayakan hari Natal.

Sekretaris MUI Jatim, Mochammad Yunus, menilai akidah seorang Muslim bisa rusak apabila mengucapkan selamat Natal. Namun, hal yang bertentangan justru disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurut PBNU, ucapan selamat Natal tidak akan mengganggu keimanan atau akidah umat Muslim.

Ketua Tanfidziah PBNU, Robikin Emhas, mengakui bahwa memang banyak perbedaan pendapat di antara para Ulama terkait ucapan selamat Natal. Meski ada yang melarang karena khawatir merusak akidah, ada pula yang memperbolehkan dengan pengertian ucapan Natal sebagai bagian dari kesadaran bermuamalah.

Muamalah sendiri merupakan hubungan manusia dalam interaksi sosial yang sesuai dengan syariat. Pasalnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.


"Kalau berniat hanya untuk menghormati atau berempati kepada teman yang Nasrani, maka tidak masalah," terang Robikin dalam keterangan tertulis dilansir CNN Indonesia pada Minggu (22/12). "Indonesia kita ini kan negara majemuk. Apalagi ucapan Natal itu dimaksudkan sebagai ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi Isa A.S. sebagai rasul."

Lebih lanjut, Robikin sepakat dengan pendapat Ulama asal Mesir, Syekh Yusuf Qaradhawi, terkait ucapan selamat Natal. Menurutnya, boleh atau tidaknya ucapan selamat Natal dari umat Muslim kepada umat Nasrani tergantung dari niatnya. Robikin menyebut momen Natal dapat menjadi ajang untuk mempererat dan mengikat kembali tali kebangsaan dengan menerapkan batasan tersebut.

Selain itu, Robikin juga meminta agar seluruh umat beragama membuka ruang dialog. Dengan demikian, usaha untuk mempererat tali kebangsaan tidak hanya sebatas ucapan selamat saja.

Sebelumnya, MUI Jatim memberikan pengecualian terkait imbauan tak mengucapkan selamat Natal. Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang juga merupakan Ketua Umum MUI non-aktif diperbolehkan untuk mengucapkan selamat Natal.

"Ucapan Natal itu kan perayaan lahirnya anak Tuhan, karena itu masuk wilayah akidah. Ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu, sama saja kita memberi selamat atas lahirnya putra Tuhan," tutur Sekretaris MUI Jatim, Mochammad Yunus, pada Jumat (20/12). "Nah kalau urusan itu, mungkin Pak Wapres punya pertimbangan sebagai pemimpin negara sehingga diharuskan mengucapkan selamat Natal."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait