Erick Thohir menemui adanya BUMN yang dianggap hanya 'kamuflase'. Dia menyebut salah satu contoh perusahaan BUMN yang hanya kamuflase yaitu PT. Iglas (Persero). Hal ini karena mereka sudah tidak memiliki karyawan yang digaji.
- Anis Rosella Pitaloka
- Senin, 23 Desember 2019 - 15:30 WIB
WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kali ini memang tengah menjadi sorotan. Pasalnya, pendiri Mahaka Group ini sudah melakukan berbagai tindakan yang berani dalam rangka "bersih-bersih" BUMN.
Belum lama ini, Erick Thohir menemui adanya BUMN yang dianggap hanya "kamuflase". Dia menyebut salah satu contoh perusahaan BUMN yang melakukan kamuflase yaitu PT. Iglas (Persero). Oleh karena itu, Erick menegaskan tidak segan untuk melikuidasi perusahaan BUMN yang dianggapnya hanya kamuflase.
Menurut Erick, perusahaan yang dianggapnya hanya kamuflase tersebut tidaklah sehat. Oleh karena itu, ia akan segera menyingkirkan perusahaan pelat merah uang justru akan merugikan negara tersebut.
"Ya kalau likuidasi contoh perusahaan-perusahaan seperti Iglas terus gimana? Masa mati segan hidup tak mau," kata Erick Thohir di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. "Semua serba segan ya tidak itu, tidak sehatlah ngapain kita membohongi diri sendiri kepada sesuatu yg bukan ahlinya. Bahkan itu hanya kamuflase."
Menurut Erick, perusahaan tersebut dikatakan hanya kamuflase karena mereka sudah tidak memiliki pegawainya lagi, sehingga tidak gajian. "Buat apa kita (pertahankan) lebih kejam lho," ujarnya yang dilansir Tempo pada Senin (23/12).
Sementara itu, PT. Iglas (Persero) sendiri bergerak di bidang pembuatan kemasan gelas, khususnya botol. Perusahaan ini sudah didirikan cukup lama, yakni pada tanggal 29 Oktober 1956. Sementara itu, penyalaan dapur peleburan pertama dilakukan pada tahun 1959. Perusahaan pelat merah itu memproduksi botol sesuai desain pesanan customer. Selain itu, perusahaan ini juga memproduksi krat.
Erick Thohir sendiri saat ini tengah menunggu aturan yang terbit untuk menerapkan likuidasi tersebut. Nantinya, aturan dalam bentuk peraturan pemerintah itu bisa membuat peran Kementerian BUMN lebih besar, yaitu dengan merger atau likuidasi agar lebih efisien ke depannya.
Di waktu yang sama, Erick juga mengatakan bahwa pemimpin yang tidak bagus adalah pemimpin yang tidak bisa membuat keputusan. Sedangkan pemimpin terbaik adalah yang bisa membuat keputusan tepat.
"Termasuk tadi perusahaan-perusahaan BUMN yang sudah tidak jelas bentuknya," kata Erick Thohir. "Pegawai tidak gajian itu sama aja kejam lho apa kita mau menjadi pemimpin sepertu itu, kan tidak mau," pungkasnya.
(wk/aros)