Kopilot Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel, Begini Penjelasan Lion Air
Nasional

Sebelumnya, Kapolresta Pontianak AKBP Komarudin menerangkan pihaknya menemukan beberapa jenis obat di kamar hotel tempat ditemukannya jenazah kopilot itu.

WowKeren - Seorang kopilot maskapai Lion Air ditemukan tidak bernyawa di kamar Hotel Ibis Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (23/12). Kopilot tersebut diduga meninggal akibat serangan jantung.

Terkait hal ini, pihak Lion Air memberikan penjelasan. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa kopilot tersebut memiliki catatan baik untuk perilaku, kesehatan hingga kinerja.

Ia menegaskan bahwa kopilotnya tidak terlibat penggunaan obat terlarang. "Tidak terlibat penggunaan narkoba serta obat-obat terlarang," kata Danang dalam keterangannya, Senin (23/12).

Ia menuturkan bahwa kopilot tersebut sempat melakukan pemeriksaan kesehatan pada 16 September lalu. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kondisi kesehatan kopilot masih baik sehingga dinyatakan laik untuk menerbangkan pesawat.

"Secara catatan rekam medis dilakukan pengecekan kesehatan pada 16 September 2019," jelas Danang. "Dan dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight)."


Kopilot tersebut rencananya akan kembali terbang ke Jakarta. Bukan sebagai pilot namun sebagai penumpang biasa. "Sebagai extracrew yakni awak pesawat yang ikut dalam penerbangan tetapi tidak aktif (hanya sebagai penumpang)," tambahnya.

Untuk memproses pemulangan jenazah, Lion Air bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. "Lion Air menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu penerbang (kopilot) tersebut," ujar Danang.

Terkait pelayanan maskapai, Danang menjelaskan bahwa Lion Air akan senantiasa memberikan yang terbaik dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihaknya menyatakan patuh terhadap standar prosedur operasi perusahaan.

"Lion Air tetap berupaya dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan," terang Danang. "Lion Air menyatakan patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional."

Sebelumnya, Kapolresta Pontianak AKBP Komarudin menerangkan pihaknya menemukan beberapa obat di kamar hotel tempat ditemukannya jenazah kopilot itu. "Dilihat dari jenis obat yang dikonsumsi, korban bisa diindikasikan memiliki riwayat sakit jantung. Kemudian berdasarkan salah satu kru maskapai lainnya bahwa korban pernah memasang ring jantung," ujarnya di Pontianak, Senin (23/12).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts