Kemendikbud tengah merancang blueprint arah pendidikan siswa Indonesia. Mendikbud Nadiem pun berharap jika rancangan tersebut bisa selesai 6 bulan mendatang.
- Nidya Putri
- Selasa, 24 Desember 2019 - 13:38 WIB
WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tengah menyiapkan sejumlah hal yang diperlukan untuk masa depan pendidikan Indonesia. Salah satu yang masih dalam proses pengkajian adalah blueprint arah pendidikan Republik Indonesia.
Menurutnya, pembuatan blueprint tak perlu dilakukan secara terburu-buru. "Blueprint untuk kemana ini arah pendidikan ini sedang dibuat. Tapi juga enggak bisa tergesa-gesa ya," ujar Nadiem di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (23/12). "Jadi membutuhkan benar-benar... karena kita sudah banyak materi, riset, hasil, tapi harus, kan harus dikemas dalam satu strategi yang tepat."
Lebih lanjut, Nadiem berharap agar kajian blueprint ini dapat diselesaikan dalam waktu 6 bulan. "Tapi kan harapannya dalam waktu 6 bulan ini udah bisa selesai gitu," katanya.
Pembuatan blueprint pendidikan ini sendiri tidak bisa dibuat secara statis. Pasalnya, adanya perubahan-perubahan yang terjadi maka harusnya blueprint ini bersifat fleksibel.
"Tapi tentunya nggak bisa ya ini hal-hal seperti ini hanya static saja," terang Nadiem. "Bahkan kita membangun roadmap atau blueprint harus ada flexibility di dalamnya. Agar dia bisa kalau misalnya arah misalnya industri bergerak juga ada fleksibilitas gitu."
Nadiem juga menambahkan jika konsep "Merdeka Belajar" memilki blueprint sendiri. Ia kemudian mencontohkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang telah digantikan dengan Ujian Sekolah (US), di mana guru diberi kemerdekaan untuk melakukan penilaiannya sendiri.
"Satu hal kemerdekaan belajar itu, sebenarnya suatu blueprint sendiri loh," tutupnya. "Jadinya harus dipahami, bahwa, contoh, kemarin guru-guru diberi kemerdekaan untuk melakukan penilaiannya sendiri."
Sebelumnya telah diketahui jika Mendikbud termuda di Indonesia ini telah memberikan gebrakan baru pada dunia pendidikan yaitu dengan menghapuskan ujian nasional (UN) pada tahun 2021 nanti. Sayangnya, penghapusan UN ini justru menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak.
(wk/nidy)