Film 'Ip Man 4: The Finale' Diboikot di Hong Kong
Film

Para pendemo Hong Kong memboikot 'Ip Man 4' untuk menentang sikap pro-Beijing dari sang produser Raymond Wong serta sejumlah pemerannya, seperti Donnie Yen dan Danny Chan.

WowKeren - Kisruh yang terjadi di Hong Kong rupanya belum juga mereda. Kali ini, yang menjadi sasaran adalah film "Ip Man 4: The Finale", yang rupanya terancam diboikot sebagai imbas dari kekacauan di negara tersebut.

Para pendemo Hong Kong rupanya memboikot "Ip Man 4: The Finale" untuk menentang sikap pro-Beijing dari sang produser Raymond Wong serta sejumlah pemerannya, seperti Donnie Yen dan Danny Chan.

Dilansir dari CNN, aksi boikot ini diserukan oleh para pengguna forum yang mirip dengan situs Reddit, LIHKG. Forum itu sendiri diketahui menjadi salah satu pusat strategi gerakan pro-demokrasi Hong Kong yang dimulai pada Juni lalu.

Tidak hanya para itu, para pendemo ini bahkan secara aktif mengajak orang lain untuk tidak menonton "Ip Man 4: The Finale" dengan cara merusak alur cerita film tersebut di sejumlah akun media sosial lewat "Ip Man Challenge."


Spoiler plot utama dalam bahasa Inggris dan China pun disebarkan bersama dengan tagar #boycottIPMan4. Pengunjuk rasa yang memboikot film "Ip Man 4: The Finale" menyebut tindakan mereka sebagai bentuk peringatan keras atas kecenderungan politik produser dan aktor yang terlibat dalam film tersebut.

Diketahui, Raymond Wong sendiri dikenal membuat sikap pro-China terutama dalam beberapa tahun terakhir, setelah mengorganisir dana untuk organisasi anti-Occupy Central pada 2014 dan secara vokal mengkritik kemenangan film terbaik yang dipilih secara demokratis dari Ten Years di Hong Kong Film Awards 2015.

Sedangkan Donnie Yen sempat berbagi panggung dan bernyanyi dengan pemimpin China Xi Jinping di sebuah gala memperingati peringatan 20 tahun penyerahan Hong Kong pada 2017.

Sementara Danny Chan telah terang-terangan mendukung kepolisian Hong Kong. Dia mengunggah di media sosial bahwa polisi tidak boleh "mudah percaya terhadap pengunjuk rasa" atau "membiarkan siapa pun dari mereka pergi."

Di sisi lain, demonstrasi yang terus terjadi di Hong Kong sejak Juni hingga kini diawali persoalan RUU Ekstradisi. Demo yang kini mengarah pada demokratisasi Hong Kong itu semakin kelam beberapa hari terakhir dengan sejumlah kisruh antara polisi dan pendemo.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!